Friday, October 9, 2020

Sejarah Gas Air Mata: Dari Perang Dunia hingga Usir Massa | PT Rifan Financindo

 


PT Rifan Financindo  -  Gas air mata yang digunakan polisi untuk menghalau demonstran dinilai epidemiolog bisa memperburuk penyebaran virus Corona. Sejarah gas air mata sudah dimulai sejak seabad lalu.

Dikutip dari 'Tear Gas: From the Battlefields of World War I to the Streets of Today' karya Anna Feigenbaum, amunisi serupa gas air mata sebenarnya sudah dipakai dalam Perang Dunia I (1914-1918) oleh Jerman dan Prancis. Prancis menembakkan granat gas mengandung methylbenzyl bromide ke parit pertahanan Jerman pada Agustus 1914.

Jerman membalas dengan jenis gas yang lebih mematikan, yakni gas klorin, di Ypres, Belgia, pada April 1915. Gas Jerman itu bikinan mahasiswa kimia dan farmakologi bernama Willi Siebert.

Media massa The Times dari London menyebutnya sebagai 'Penemuan Paling Terkutuk'. Soalnya, sudah ada Konvensi Den Haag pada 1899 yang melarang senjata kimia.

Digunakan untuk usir demo

Di AS, ada Jenderal Amos Fries di Amerika Serikat (AS) yang menjadi motor penggunaan gas air mata nonperang kala itu. Pada 1921, dia menceramahi pejabat militer di Perguruan Tinggi Staf Umum di Washington DC. Gas air mata yang semula digunakan untuk perang kemudian digunakan untuk menjaga ketertiban.

"Tahun 1920-an menjadi era keemasan penggunaan gas air mata," tulis Anna Feigenbaum dalam bukunya, 'Tear Gas: From the Battlefields of Wold War I to the Streets of Today'.

Pada 1921 di Philadelphia, Jenderal Fries dan rekan-rekannya melakukan praktik efek gas air mata di depan 200 polisi dan wartawan. Semua mata polisi menjadi berair. Sejak saat itu, kepolisian di AS mulai tertarik dan akhirnya menggunakan gas air mata untuk menjaga ketertiban.

Pada 29 Juli 1932, gas air mata digunakan untuk membubarkan para pejuang veteran yang berdemo menuntut gaji masa perang yang belum dibayarkan di Gedung Capitol, Washington, DC. Dua orang tewas, dua anak-anak sesak napas.

Dua orang ahli kimia asal AS bernama Ben Corson dan Roger Stoughton mengembangkan lagi gas air mata pada 1928. Eksperimen mereka menghasilkan senyawa 2-chlorobenzalmalononitrile (CS). Bentuk sebenarnya berupa kristal putih padat.

Sampai saat ini, nama Corson-Stoughton dipakai sebagai salah satu jenis gas air mata dengan kode CS. CS bahkan pernah diadopsi untuk keperluan militer. Penggunaannya secara masif pernah dilakukan saat Perang Vietnam.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menjelaskan gas air mata atau bahan pengendali kerusuhan adalah 'bahan kimia yang secara sementara bisa membuat mengalami iritasi mata, mulut, tenggorokan, paru-paru, dan kulit. Bahan utamanya adalah CS dan juga chloroacetophenone (CN). Ada pula yang mengandung chloropicrin (PS), bromobenzylcianide (CA), dibenzoxazepine (CR), dan kombinasi berbagai bahan.

Pada 1993, ada Konvensi Senjata Kimia yang melarang penggunaan bahan kimia pengendali kerusuhan dalam peperangan. Namun, uniknya, meski dilarang digunakan dalam peperangan, gas air mata tidak dilarang untuk membubarkan massa sipil dalam kerusuhan domestik.



Sumber: NEws.detik

PT Rifan Financindo

Thursday, October 8, 2020

Penampakan Buruh Astra Daihatsu Demo Tolak Omnibus Law | PT Rifan Finacnindo

  PT Rifan Financindo  -  Demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja juga digelar oleh buruh Astra Daihatsu. Demo tersebut digelar di kawasan Pabrik Astra, Sunter, Jakut, Kamis (8/10).









Wednesday, October 7, 2020

Memanas! Buruh Sukabumi Bergerak Sempat Terobos Area Pabrik | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo -  Ratusan massa Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) berdemo di luar gerbang pabrik PT Koin Baju Global (KBG) di Jalan Raya Cimelati, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Situasi sempat memanas karena massa 'Sukabumi Bergerak' sempat memaksa masuk menerobos area pabrik.

Massa yang datang bergelombang membawa beragam spanduk berisi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Langkah massa tertahan aparat kepolisian yang berjaga di depan gerbang pabrik. Aksi saling dorong sempat terjadi sampai akhirnya beberapa perwakilan massa diperbolehkan masuk ke dalam.

"Kita menolak sampai titik darah penghabisan dengan di sahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja. Kita akan melawan, memang itu sudah tekad bulat sebagai buruh. Kita akan melawan, tetap akan melakukan aksi. Mungkin minggu depan juga kita akan berangkat ke gedung DPR, MPR, gabung dengan serikat yang lain," kata Sandi Suwardi, koordinator KSBSI, Rabu (7/10/2020).

Sandi mengatakan aksi mereka tidak akan bisa dihentikan, ia dan rekan-rekan buruh akan terus berjuang melawan pengesahan UU Cipta Kerja. "Kita bakalan terus melakukan perlawanan, kita liat rekan rekan yang lain. Kalau misalkan rekan yang lain turun ke jalan, kita bakalan ikut. Kita sebagai buruh, masa yang lain berjuang, kita tidak ikut berjuang," tuturnya.

Demonstran 'Sukabumi Bergerak' terus berdatangan membuat padat lokasi di sekitar PT KBG. Kepolisian terlihat memantau pergerakan massa yang terlihat sebagian berada di atas kendaraan komando.

"Tuntutan saat ini kita menolak Omnibus Law, disahkan nya RUU Cipta kerja itu sangat merugikan kami sebagai buruh. Hari ini ada 500 buruh yang bergabung bersama kami menyuarakan penolakan itu," ucap Sandi.

Sementara itu, di Lapang Merdeka Kota Sukabumi massa juga berkumpul, beberapa petugas kepolisian terlihat mengamankan situasi. Sebagian massa juga bergerak ke area Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi yang berada di Kota Sukabumi.


Sumber: News.detik

PT Rifan Financindo

Tuesday, October 6, 2020

Puan Matikan Mik Politikus Demokrat, Pimpinan Sidang Mengelak | PT Rifan Financindo


  PT Rifan Financindo  -  Ketua DPR Puan Maharani terlihat mematikan mik saat Anggota Fraksi Partai Demokrat (PD), Irwan, sedang menyampaikan interupsi di sidang paripurna pengesahan UU Cipta Kerja. Namun pimpinan sidang, Azis Syamsuddin, berkata lain.

Selengkapnya 

sumber: 20.detik

 PT Rifan Financindo

Monday, October 5, 2020

RUU Cipta Kerja Dikhawatirkan Berdampak Begini ke Jaminan Sosial Ketenagakerjaan | PT Rifan Financindo Berjangka



 PT Rifan Financindo Berjangka  -  Pengesahan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dinilai dapat mengganggu ketahanan dana jangka panjang dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Hal tersebut bukan hanya berimbas bagi para pekerja, tapi juga keuangan negara.

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menilai bahwa sejumlah poin dalam omnibus law dapat berdampak negatif bagi pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal tersebut akan berawal dari mudahnya perekrutan pekerja kontrak dan outsource, yang disertai longgarnya kewajiban pengangkatan pegawai tetap.

Menurutnya, adanya aturan tersebut menjadikan dunia usaha dapat mempekerjakan karyawan kontrak secara terus menerus. Selain itu rawan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para pekerja tetap lalu digantikan oleh pekerja kontrak, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi pekerja.

"Tidak adanya kepastian kerja itu membuat kepastian jaminan sosial ketenagakerjaan secara keberlanjutan menjadi tidak ada," ujar Timboel kepada Bisnis, Senin (5/10/2020).

Dia menjelaskan bahwa rawannya praktik PHK dan turnover yang tinggi akan mempersulit terpenuhinya syarat mendapatkan Jaminan Pensiun (JP) manfaat pasti dari BPJS Ketenagakerjaan atau BP JAMSOSTEK. Untuk memperoleh manfaat itu, peserta harus mencapai minimal 15 tahun masa iuran.

Timboel menilai bahwa pekerja kontrak yang rawan diputus kontraknya akan kesulitan memenuhi syarat itu, termasuk bagi karyawan tetap yang terkena PHK. Hal tersebut karena periode saat pekerja terkena PHK tidak dihitung sebagai syarat memperoleh manfaat pasti.

Selain itu, jika banyak terjadi PHK atau pemberhentian karyawan kontrak, rawan terjadi pencairan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) saat seseorang diberhentikan dari pekerjaannya. Hal tersebut dapat berdampak dua hal, yakni kelangsungan program dana pensiun dan nominal pensiun bagi pekerja nantinya karena terdapat pajak jika saldo JHT dicairkan sebelum masa pensiun.

"Jadi, dari sisi relasi kerja juga tidak memastikan jaminan sosial akan didapat secara berkelanjutan," ujarnya.

Timboel pun menilai bahwa program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) pun dapat terkena imbas. Saat seseorang diberhentikan dari pekerjaannya, dia memang bisa beralih ke segmen peserta mandiri, tetapi hal itu belum tentu dilakukan para pekerja seiring hilangnya sumber pendapatan.

Ketidakpastian kerja bagi masyarakat pun dinilai dapat membahayakan kepastian jaminan sosial yang berkelanjutan. Menurut Timboel, hal tersebut bukan hanya berisiko bagi para pekerja tetapi juga bagi negara, karena akan menyangkut anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Iuran yang dikelola BP JAMSOSTEK akan menurun kalau hal-hal itu terjadi. Dengan penerimaan yang lebih rendah, pengelolaan investasi yang ada kewajiban masuk ke surat berharga negara [SBN] jadinya akan lebih rendah lagi, padahal defisit anggaran kita sudah tinggi," ujar Timboel.

Dia pun menilai bahwa pemerintah harus benar-benar mempertimbangkan dampak pengesahan omnibus law Cipta Kerja terhadap ketahanan jaminan sosial, baik ketenagakerjaan maupun kesehatan. Timboel pun menilai bahwa RUU tersebut akan turut berdampak negatif bagi penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan.



Sumber: market.bisnis

PT Rifan Financindo Berjangka

Friday, October 2, 2020

Ini Kota dengan UMR Paling Tinggi di Dunia, Sebulan Rp 67 Juta | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - 

Setiap daerah menetapkan UMR (Upah Minimum Regional) yang berbeda. UMR adalah standar gaji minimal yang harus dibayarkan dan bisa dijadikan patokan berapa rata-rata penghasilan dan kebutuhan hidup para warganya. Kota Jenewa pun tengah dicanangkan akan menjadi daerah dengan UMR tertinggi di dunia. Dalam setahun, para warganya bisa menerima lebih dari Rp 700 jutaan.


Jenewa, sebuah kota di Swiss dengan 500 ribu penduduk, akan menjadi kota dengan UMR tertinggi di dunia. Berdasarkan ketetapan baru, orang-orang Jenewa akan menerima £41,430 atau sekitar Rp 793 jutaan. Jika dihitung per bulan, mereka akan mendapatkan £3,500 atau Rp 67 jutaan.

Geneva cityscape of sunset in summer, SwitzerlandGeneva cityscape of sunset in summer, Switzerland Foto: (iStock)

Hal ini menjadi ketetapan baru setelah dilakukan referendum yang didukung oleh dua per tiga pengambil suara. Sebelumnya kenaikan UMR ini pernah ditolak sebanyak dua kali yakni pada 2011 dan 2014. Standar baru itu sendiri akan berlaku dalam waktu dekat yaitu 17 Oktober 2020.

Mengingat banyaknya gaji yang akan diterima setiap bulan mungkin banyak orang merasa iri atau terpikir ingin pindah ke Jenewa. Namun perlu diingat bahwa biaya hidup di Jenewa sendiri memang sudah tinggi bahkan menempati posisi kedua sebagai kota termahal di dunia menurut Expatistan.

Danau JenewaDanau Jenewa Foto: (Getty Images/iStockphoto)

Karena tingginya biaya hidup, selama pandemi Corona para warganya pun dilaporkan mengalami kesulitan terlebih banyak yang menggantung penghasilan dari turis. Karena itu, banyak keluarga yang mengandalkan bantuan dari pembagian makan hingga antrean mengular.

Melihat situasi ini, kenaikan UMR terbaru diharapkan bisa membantu orang-orang di Jenewa, terutama 30 ribu pekerja dengan upah rendah yang kebanyakan adalah wanita.


Sumber: wolipop.detik

PT Rifan Financindo

Info harga emas : 

WhatsApp Image 2020-10-02 at 09.40.49

Thursday, October 1, 2020

Tren WFH Makin Panjang Imbas PSBB, Ini Tips Bikin 'Kantor' di Rumah | PT Rifan Financindo




 PT Rifan Finacnindo  -  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta yang kembali diterapkan membuat tren bekerja dari rumah (work from home/WFH) berlanjut. Untuk itu, menciptakan ruang kerja yang nyaman sangat diperlukan.

Direktur PT Optima Karya Disain, Ika Yuni Purnama membagikan tips cara membuat ruang kerja di rumah untuk WFH. Pertama, sediakan ruangan minimal 3 x 3.

"Nggak harus luas yang penting cukup dan nyaman satu meja atau dua meja untuk laptop. Kursi bisa dua atau satu, jadi kira-kira 3 x 3 cukup minimal," ujar Ika kepada detikcom, Minggu (20/9/2020).

Yang tidak kalah penting, harus ada jendela di ruangan tersebut untuk membuat sirkulasi udara keluar-masuk dengan baik di ruang kerja. Pencahayaan juga dipastikan harus mendukung untuk melakukan rapat atau pertemuan yang serba virtual saat ini.

"Cobalah memindahkan meja kerja ke dekat jendela agar mendapat lebih banyak cahaya atau terpapar bias matahari pagi," ucapnya.

Untuk dekorasi bisa disesuaikan dengan tema kesukaan masing-masing. Anda bisa meletakkan barang kesukaan atau yang menggambarkan diri agar ruang kerja tidak terkesan monoton.

"Anda dapat menempatkan barang-barang terkait hobi seperti alat musik, pajangan dinding, lukisan, ataupun foto," sebutnya.

Pilihan warna untuk ruangan kerja juga tidak boleh disepelekan lho. Founder Pikat Architekt Bureau, Pikat Satriadji mengatakan ruangan yang tidak terlalu besar bisa pilih warna-warna terang untuk dinding guna membuat ruangan terlihat lebih besar.

"Kalau ruangannya sempit jangan warna gelap, nanti jadi bikin tambah ngantuk, tambah sempit, kayak sumpek gitu. Kalau sempit pakai warna-warna terang kayak putih, cream, atau biru yang light atau warna-warna kayu, jadi kayak minimalis gitu," ucapnya dihubungi terpisah.

"Kalau ruangannya rada besar main hitam putih, main monochrome juga enak karena itu katanya menambah feeling untuk konsentrasi di warna-warna monochrome seperti abu-abu atau hitam putih," tambahnya.

Sumber: Financine.detik

 PT Rifan Finacnindo


Jumlah Uang Beredar Naik Jadi Rp 8.721,9 T Berkat Penyaluran Kredit Moncer

Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar pada Januari 2024 mengalami pertumbuhan. Uang beredar mengalami pertumbuhan, salah satunya ditopan...