Monday, April 12, 2021

Jurus OJK Tingkatkan Pengawasan Industri Jasa Keuangan | PT Rifan Financindo

 PT Rifan Financindo  -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung Institute Internal Auditors Indonesia (IIA) untuk memperkuat governance risk dan control di industri jasa keuangan. Peran dan fungsi IIA dipandang strategis karena organisasi profesi ini memayungi profesi auditor internal di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Ahmad Hidayat didampingi Deputi Komisioner Audit Internal, Manajemen Risiko dan Pengendalian Kualitas OJK Hidayat Prabowo saat menerima audiensi dengan jajaran pengurus IIA yang baru periode 2021-2024 yang dipimpin Presiden IIA Indonesia Angela Simatupang secara virtual di Jakarta belum lama ini.

Ahmad Hidayat dalam memberikan arahannya mengatakan IIA diharapkan dapat memperkuat peran profesi internal audit sebagai upaya penguatan industri jasa keuangan di Indonesia. Sebagai organisasi yang mewadahi profesi internal audit, kontribusinya sangat diperlukan dalam meningkatkan tata kelola perusahaan dan turut membantu OJK dalam mendorong industri jasa keuangan yang lebih baik.

"OJK mendukung IIA dalam mendorong penerapan standar profesi dan kode etik auditor internal sesuai dengan International Profesional Practices Framework (IPPF) guna memperkuat layanan audit internal yang dapat membantu organisasi meningkatkan tata kelola, mengelola risiko, dan menerapkan kontrol untuk mencapai tujuan secara lebih efektif, " kata Ahmad.

Lebih lanjut disampaikan oleh Ahmad bahwa tuntutan akan kemampuan profesi ini untuk bisa mendukung perusahaan sangat dibutuhkan, terutama dengan perubahan pola kerja karena pandemic dan lingkungan usaha yang sangat dinamis.

IIA Indonesia merupakan organisasi profesi yang memayungi profesi auditor internal di seluruh Indonesia. IIA Indonesia didedikasikan untuk kemajuan dan pengembangan profesi auditor internal dan merupakan rumah dari profesi auditor internal di Indonesia. Secara global IIA memiliki lebih dari 200.000 anggota di lebih dari 165 negara. Di Indonesia, tercatat lebih dari 2.600 profesional yang menjadi anggota IIA. Seluruh governor yang mengawasi pengelolaan institusi ini merupakan relawan yang ditunjuk oleh para anggotanya.

Angela Simatupang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas dukungan OJK terhadap IIA Indonesia serta siap bekerja sama untuk membantu memperkuat governance risk dan control di industri jasa keuangan.

"Ketika risiko berkembang dan menjadi semakin kompleks, peran audit internal kemungkinan besar akan meluas di berbagai bidang seperti tata kelola risiko, budaya dan perilaku, keberlanjutan, dan area non-financial lainnya," ungkapnya.

Oleh karena itu, Angela menetapkan komitmen IIA dalam menjalankan visi dan misi untuk mempromosikan profesi ini dan meningkatkan praktik audit internal di Indonesia. Profesional audit internal diakui sangat diperlukan untuk tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian yang efektif dengan cara menetapkan standarisasi terhadap profesi auditor internal yang sesuai dengan International Profesional Practices Framework (IPPF).

IPPF memberikan kerangka kerja yang kredibel dan terkini bagi para pemangku kepentingan ini untuk memahami peran audit internal dalam tata kelola yang tidak efektif, manajemen risiko, dan pengendalian serta menguraikan harapan yang harus mereka miliki.

"Kesesuaian meningkatkan profesionalisme, mendorong dan mendorong pengembangan profesi yang berkelanjutan, dan memelihara kondisi di mana audit internal dapat berkembang dan secara lebih efektif meningkatkan dan melindungi nilai organisasi." papar Angela.

IIA memiliki 3 strategi untuk meningkatkan standar praktik auditor internal di Indonesia, yakni mendorong pemahaman tentang peran dan nilai IA di antara para pemangku kepentingan utama yang menghasilkan permintaan yang lebih besar untuk kesesuaian dengan standar; mendukung pemahaman pemangku kepentingan tentang Standar, memperoleh sertifikasi profesional dan memperoleh pendidikan berkelanjutan yang selaras dengan kerangka kompetensi global; dan menerapkan proses untuk mengumpulkan umpan balik dan mengantisipasi harapan pemangku kepentingan.

Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh IIA Indonesia antara lain mengadvokasi dan mempromosikan nilai yang ditambahkan oleh auditor internal ke dalam organisasi mereka; memberikan kesempatan pendidikan dan pengembangan profesional yang komprehensif, standar audit internal dan panduan praktik profesional lainnya, serta program sertifikasi profesi; Melakukan riset mengenai pengendalian, manajemen risiko, dan tata kelola kepada praktisi dan pemangku kepentingan; Mengedukasi tentang praktik terbaik dalam audit internal; serta Menghimpun auditor internal dari Indonesia dan sekitarnya untuk berbagi informasi dan pengalaman.



Sumber: finance.detik

PT Rifan Financindo

Friday, April 9, 2021

Proyek Tol Cisumdawu, Molor 10 Tahun-Anggaran Bengkak | PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo   -  Proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) molor hampir 10 tahun. Tol yang bakal menjadi denyut nadi bagi Bandara Internasional Kertajati belum kunjung rampung.

Thursday, April 8, 2021

Daftar Orang Terkaya Indonesia 2021, Bos Djarum Masih Rajanya | PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo  -  Forbes Kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia untuk tahun 2021 ini. Sederet pengusaha tanah air masuk di dalamnya. Siapa saja orang terkaya Indonesia itu?

Hartono bersaudara masih setia menduduki posisi orang terkaya Indonesia nomor satu dan dua lewat bisnis perbankan dan tembakau yaitu Djarum. Dalam daftar orang terkaya dunia saat ini, Budi Hartono menempati urutan 86 dan Michael Hartono urutan 89.

Kemudian posisi ketiga diraih oleh Prajogo Pangestu yang menggantungkan penghasilannya lewat bisnis petrokimia. Orang terkaya Indonesia selanjutnya diisi oleh Chairul Tanjung di posisi keempat.

Berikut daftar 10 orang terkaya Indonesia 2021:

1. R. Budi Hartono: US$ 20,5 miliar (Rp 287 triliun)

Bisnis: Perbankan, tembakau

2. Michael Hartono: US$ 19,7 miliar (Rp 275,8 triliun)

Bisnis: Perbankan, tembakau

3. Prajogo Pangestu: US$ 6,5 miliar (Rp 91 triliun)

Bisnis: Petrokimia

4. Chairul Tanjung: US$ 4,8 miliar (Rp 67,2 triliun)

Bisnis: Terdiversifikasi

5. Tahir & keluarga: US$ 3,3 miliar (Rp 46,2 triliun)

Bisnis: Terdiversifikasi

6. Eddy Kusnadi Sariaatmadja: US$ 3 miliar (Rp 42 triliun)

Bisnis: Media, teknologi

7. Jerry Ng: US$ 2,5 miliar (Rp 35 triliun)

Bisnis: Perbankan

8. Theodore Rachmat: US$ 1,7 miliar (Rp 23,8 triliun)

Bisnis: Terdiversifikasi

9. Mochtar Riady & keluarga: US$ 1,7 miliar (Rp 23,8 triliun)

Bisnis: Terdiversifikasi

10. Djoko Susanto: US$ 1,7 miliar (Rp23,8 triliun)

Bisnis: Supermarket



Sumber: finance.detik

PT Rifan Financindo

Wednesday, April 7, 2021

2 Aplikasi Tafsir Al Quran yang Mesti Anda Coba | PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo  -  Memahami Al Quran saat ini semakin mudah karena dibantu teknologi. Ada 2 aplikasi tafsir Al Quran yang mesti Anda coba.

Saat ini dengan berkembangnya teknologi yang semakin maju, mempelajari tafsir Al Quran semakin mudah. Hanya melalui smartphone, sekarang semuanya dapat dipelajari.

Menurut Dr Syahrullah Iskandar, Dosen UIN Jakarta sekaligus peneliti di The Nusa Institute, referensi tafsir Al Quran juga sudah mengalami transformasi digital. Tafsir Al Quran lebih mudah diakses dalam berbagai variannya, kapan saja.

"Sarana belajar tafsir Al Quran saat ini sangat terbuka. Sejumlah fasilitas juga tersedia secara online, baik berbentuk website maupun aplikasi yang dapat menghiasi gadget setiap orang," kata dia dalam wawancara dengan detikINET.

Dengan mengunduh aplikasi yang ada, pemilik gadget akan dapat mengaksesnya tanpa mengenal batas waktu dan tempat. Ia merekomendasikan dua aplikasi tafsir yang sangat membantu, baik bagi kalangan akademisi atau orang yang masih awam.


1. Majmu'ah Al-Tafassir

Bagi kalangan akademisi keislaman, seperti santri, ustaz, mahasiswa, ataupun dosen, aplikasi berbasis android ini sangat membantu. Puluhan referensi tafsir tersaji di dalamnya, bahkan sejumlah karya ulumul Quran dan qira'at pun ada di dalamnya. Karya tafsir juga ada pengelompokan berdasarkan basis teologisnya, seperti Sunni, Muktazilah, Syiah, dan sebagainya.

"Cara mencari tafsir ayatnya pun sangat mudah, cukup dengan memasukkan nama surah dan nomor ayatnya dan memilih judul tafsirnya, maka akan muncul secara otomatis," jelas pria yang juga jadi Pengasuh Pesantren Pascatahfizh Bayt Al Quran - Pusat Studi Al Quran (PSQ).


2. Quran Kemenag

Bagi masyarakat umum, aplikasi Al Quran dan tafsir milik Kemenag RI yang bernama Quran Kemenag juga sangat membantu. Terjemahan ayat per ayat juga disajikan dengan baik, berikut tafsirnya yang diulas dengan redaksi yang mudah dipahami semua kalangan.

Itulah dua aplikasi yang ia rekomendasikan dan selalu ia pakai dalam kesehariannya. Meski begitu, ia juga lebih sering tabayun ke referensi cetaknya, terutama pada beberapa koleksi kitab tafsir berbahasa Arab di perpustakaan pribadi di rumahnya.

Tentunya, masih banyak aplikasi tafsir Al Quran berbasis Android lainnya yang dapat diakses. Dengan mengunduh aplikasi yang ada, pemilik gadget akan dapat mengaksesnya tanpa mengenal batas waktu dan tempat.

"Ini adalah sebuah kemajuan yang luar biasa. Apa yang diprediksi Frederick Wilfrid Lancaster di penghujung 1970-an tentang paperless society, bahwa masyarakat kelak tidak akan menggunakan kertas sebagai sarana membaca dan menulis ataupun sebagai sarana berkomunikasi, sedikitnya sudah menemukan momentum performatifnya di era kekinian," kata dia.

Halaman selanjutnya: informasi keagamaan digital...

Digitalisasi informasi agama Islam

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa Informasi keagamaan juga dimanjakan oleh tersedianya banyak website yang ditampilkan secara atraktif dari berbagai kalangan. Kemasannya menarik dengan gaya bahasa yang membumi tentunya. Digitalisasi buku sudah marak terjadi, sehingga semakin memanjakan generasi kekinian mengaksesnya. Perpustakaan digital (digital library) bukan lagi sesuatu yang asing sekarang ini. Perpustakaan pun menambah layanannya dengan bentuk digitalisasi.

Meski memiliki titik kelemahan, tetapi keberadaannya sangat membantu banyak kalangan. Jika pada cetakan kitab saja sudah sering ditemukan ada perbedaan versi dari satu penerbit ke penerbit lainnya, mungkin pada versi digital potensi demikian juga lebih bisa terjadi. Perbedaan ini juga perlu diperhatikan untuk menjaga autentisitas karya-karya sebelumnya.

"Ada pengelola website keislaman yang mungkin unggul dalam kemasan, meski kontennya tidak mendalam. Namun, ada juga yang kemasannya kurang menarik, tetapi kontennya sangat berbobot karena narasumber dan tim pengelolanya memang berkompeten di bidang keislaman," jelasnya.

Akan tetapi, masyarakat menengah akan lebih memprioritaskan kemasan sajian informasinya yang informatif dan menarik. Maka dari itu, ia mengajak masyarakat yang berkompeten dalam bidang keislaman untuk turut memainkan peran menghiasi layar digital dengan sajian keislaman dengan mengikuti perkembangan teknologi, dan kecenderungan pasar agar mampu membumikan nilai keislaman yang utuh.

"Meskipun begitu, warga masyarakat yang senang dan berminat menambah wawasan keilmuan tafsir Al Quran-nya, baiknya tetap berguru ataupun berkonsultasi kepada orang yang memiliki kapasitas keilmuan Al Quran dan terpercaya untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif," tutupnya.


Sumber: int.detik

PT Rifan Financindo

Tuesday, April 6, 2021

Wall Street Cetak Rekor, Dolar AS Terjerembap | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo  - Nilar tukar dolar AS merosot ke posisi terendah dalam satu minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa pagi (6/4/2021), ketika Wall Street mencapai rekor tertinggi dan imbal hasil obligasi AS tetap stabil.

 Sejalan dengan penurunan ini, analis mengungkapkan likuiditas dolar AS rendah karena banyak bagian dunia libur untuk Paskah. 

Dolar AS telah rebound tahun ini seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS karena investor bertaruh pada pertumbuhan ekonomi AS yang lebih cepat dan inflasi yang lebih tinggi ketika ekonomi dibuka kembali setelah penutupan bisnis terkait Covid-19. 

Tetapi penurunan dolar pada Senin (5/4/2021) bahkan terjadi setelah data pekerjaan yang kuat pada Jumat (2/4/2021) dapat menunjukkan bahwa sebagian besar prospek bullish telah diperkirakan, setidaknya untuk jangka pendek. 

“Fakta bahwa kami tidak menguji tertinggi baru (dalam imbal hasil) tepat setelah data penggajian (payrolls) non-pertanian pada Jumat (2/4/2021) menunjukkan bahwa mungkin beberapa dari optimisme ekonomi AS ini sudah diperkirakan,” kata Ahli Strategi Valas di UBS di New York Vassili Serebriakov. 

Dia mengatakan investor harus sedikit berhati-hati dalam menafsirkan gerakan ini karena sebagian besar dunia masih tutup untuk liburan Paskah. 

Greenback telah menguat pada Jumat (2/4/2021) setelah data menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan lapangan kerja paling banyak dalam tujuh bulan pada Maret karena lebih banyak orang Amerika yang divaksinasi dan pemerintah membagikan uang bantuan pandemi tambahan, menandai dimulainya apa yang bisa menjadi kinerja ekonomi terkuat tahun ini dalam hampir empat dekade. 

Dolar AS melemah 0,40 persen terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya pada Senin (5/4/2021) menjadi 92,59. Mata uang AS ini telah jatuh dari 93,44 pada Rabu (31/3/2021), yang merupakan tertinggi sejak 5 November. 

Euro menguat 0,50 persen menjadi 1,1811 dolar AS. Sterling naik 0,57persen menjadi 1,3903 dolar AS. Dolar Australia, yang biasanya naik saat risiko menguat, naik 0,78 persen menjadi 0,7653 dolar AS. Data pada Senin (5/4/2021) menunjukkan bahwa ukuran aktivitas industri jasa AS melonjak ke rekor tertinggi pada Maret di tengah pertumbuhan yang kuat dalam pesanan baru. 

Greenback umumnya meningkat ketika penguatan saham selama beberapa bulan terakhir. Investor sekarang mengamati untuk melihat apakah hubungan itu berlanjut karena ini dapat mengindikasikan pergeseran dalam bagaimana mata uang merespons untuk meningkatkan selera risiko.

"Hal tersulit untuk pasar saat ini adalah mencari tahu apa sensitivitas dolar terhadap berita ekonomi AS yang baik," kata Erik Nelson, Ahli Strategi Makro di Wells Fargo di New York. 

"Ini adalah pertanyaan besar karena jika kita memasuki fase di mana dolar tidak lagi menjadi tempat berlindung yang aman dan lebih merupakan 'risiko' pada mata uang, itu adalah perubahan rezim yang besar," kata Nelson. 

Investor juga fokus pada rencana infrastruktur yang diusulkan oleh Presiden AS Joe Biden, yang akan melibatkan peningkatan pajak perusahaan untuk membayar pengeluaran baru. 

Biden akan bersedia untuk mendorong rencana infrastruktur senilai Rp2 triliun tanpa dukungan dari anggota parlemen Republik jika dia tidak dapat mencapai kesepakatan bipartisan pada Minggu (4/4/2021). 

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Senin (5/4/2021) bahwa dia sedang bekerja bersama negara-negara G20 untuk menyetujui tarif pajak minimum perusahaan global guna mengakhiri "perlombaan 30 tahun pada tarif pajak perusahaan yang rendah."


Sumber: markt.bisnis
PT Rifan Financindo

Monday, April 5, 2021

Transaksi Digital Banking Diprediksi Tembus Rp32 Ribu Triliun | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo  -  Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai transaksi digital banking meningkat sekitar 19 persen dari Rp27 ribu triliun pada 2020 menjadi Rp32 ribu triliun pada 2021.

"Digital banking terus naik dari Rp27 ribu triliun di 2020, tumbuh 19 persen jadi Rp32 ribu triliun (pada 2021). Maka BI berkomitmen mendukung upaya bersama mengakselerasi digital ekonomi dan keuangan Indonesia ini," tutur Gubernur BI Perry Warjiyo di Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021, Senin (5/4).

Tidak cuma digital banking di perbankan, bank sentral nasional juga memperkirakan nilai transaksi uang elektronik tumbuh dua digit, bahkan lebih tinggi.

Proyeksinya, nominal transaksi uang elektronik tumbuh 32 persen, yaitu dari Rp201 triliun pada 2020 menjadi Rp266 triliun pada 2021.

Ramalan ini muncul dari perkiraan tingginya pemanfaatan e-commerce ke depan. Masyarakat akan memenuhi berbagai kebutuhannya melalui belanja online.

Dari sini, BI memperkirakan transaksi e-commerce akan meningkat menjadi Rp337 triliun pada tahun ini. Secara nominal, transaksi diramal tumbuh 33 persen dari Rp253 triliun pada tahun sebelumnya.

"Perkembangan digital ekonomi dan keuangan di Indonesia semakin kuat, insyaallah e-commerce akan naik dari Rp253 triliun menjadi Rp337 triliun atau tumbuh 33 persen," ungkapnya.

Berbagai proyeksi ini mendorong BI bersama pemerintah untuk membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Nantinya, tim ini akan merembukkan kebijakan di bidang ekonomi dan keuangan digital, baik di pusat maupun daerah.

"Kami mendorong digital banking, interlink fintech melalui open IP-I dan BI Fast, bansos 4.0, sandbox 2.0, dan langkah lain di bidang data dan teknologi untuk mewujudkan akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia," tuturnya.

Sejalan dengan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate turut menyatakan tingginya digitalisasi di Indonesia akan mendorong pertumbuhan valuasi ekonomi digital nasional.

Melansir proyeksi Google, ia mengaku valuasi ekonomi digital Indonesia sebenarnya sudah mencapai US$40 miliar atau setara Rp580 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS).

Namun, pada saat pandemi covid-19 melanda Indonesia, nilainya justru naik dua digit menjadi US$44 miliar atau Rp638 triliun. Hal ini diperkirakan bakal naik lagi pada tahun-tahun mendatang.

"Tahun 2025 nanti, ekonomi digital kita setidaknya akan memiliki valuasi di atas US$130 miliar (setara Rp1.885 triliun). Valuasi ini menjadikan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara," kata Plate.

Kendati begitu, potensi yang besar ini masih perlu ditunjang dengan infrastruktur teknologi yang memada dan Indonesia masih tertinggal dari negara lain.

Dia mencatat rata-rata pengeluaran pemerintah negara lain untuk memperkuat infrastruktur teknologi dan digitalisasi sekitar 0,45 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) masing-masing.

Sementara Indonesia baru 0,13 persen dari PDB. "Negara-negara tetangga kita juga alokasikan lebih tinggi," pungkasnya.


Sumber: cnnindonesia

 PT Rifan Financindo

Thursday, April 1, 2021

Wanita Bercadar Jadi Teroris, Pendiri Niqab Squad: Kami Jadi Ikut Terfitnah | PT Rifan Financindo

 PT Rifan Financindo  -   Wanita bercadar kembali menjadi perbincangan warganet, usai terjadi penyerangan di Markas Besar Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021). Pelakunya yang diketahui bernama Zakiah Aini masuk ke Mabes Polri, menodongkan senjata api, hingga akhirnya ditembak mati di lokasi.

Sebelumnya pasutri berinisial L (suami) dan YSF (istri), melakukan serangan bom bunuh diri ke Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) pagi. Saat itu, misa di Gereja telah selesai. Sang istri menggunnakan cadar dan gamis warna hitam. Stigma negatif pun kembali dialami oleh wanita bercadar.

Indadari Mindrayanti sebagai pendiri komunitas untuk wanita bercadar, Niqab Squad Indonesia mengungkapkan kesedihan dan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Dia mengatakan kini wanita bercadar jadi ikut terfitnah akibat tindakan oknum yang melakukan teror dengan menggunakan cadar.

"Dampak bagi teman-teman Niqab Squad dan lainnya tentu saja besar ya. Kami jadi ikut terfitnah dengan pemikiran cadar itu teroris. Kamu jadi ikut terkena dampak buruknya dengan pandangan negatif," ujar Indadari Mindrayanti saat dihubungi Wolipop, Kamis (1/4/2021).

Indadari mengutarakan dia dan anggota Niqab Squad menggunakan cadar karena ingin menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Pemakaian cadar bukanlah dilakukan untuk kejahatan.

"Menggunakan cadar karena ingin menjalankan Sunnah, mencontoh Istri Nabi bukan untuk berbuat jahat apalagi sampai menggunakan cadar untuk melakukan teror, cadarnya digunakan untuk menutupi wajahnya bukan untuk menggugurkan dosanya," tegas Indadari.

Wanita berniqab ingin menjalankan sunnah Nabi.Wanita berniqab ingin menjalankan sunnah Nabi. Foto: Dok. Instagram @by_indadari.

Komunitas Wanita Bercadar, Niqab Squad

Indadari sebagai pendiri komunitas bercadar yang bernama Niqab Squad pernah mengungkapkan komunitas tersebut dibuatnya untuk membuktikan cadar bukan halangan untuk bekerja.

Niqab Squad adalah komunitas yang terdiri dari kumpulan wanita mengenakan niqab atau cadar dari berbagai macam latar belakang dan profesi. Ada yang bekerja sebagai kepala sekolah, fotografer, perancang busana hingga dokter.

Indadari yang akrab disapa Inda itu menceritakan ide awal membentuk komunitas Niqab Squad terjadi pada 2016 saat sedang mengobrol dengan desainer bercadar Diana Nurliana. Mereka merasa perlu ada wadah untuk silaturahmi wanita bercadar yang kini jumlahnya semakin banyak.

Wanita 38 tahun itu menjelaskan tujuannya membentuk komunitas bercadar atau niqab untuk merangkul wanita-wanita berniqab maupun yang belum berniqab. "Namanya hijrah itu kan susah, jadi kita kalau bareng-bareng itu kan lebih mudah dan kami menfasilitasi," jelas Indadari.

Pemilihan nama Niqab Squad yang lebih kekinian sengaja dipilih Indadari. Selain itu, pada saat itu komunitas dengan nama depan hijab sudah banyak digunakan.

"Karena aku berniqab ya sudah aku pilih namanya niqab aja. Nama itu kita sering dibully karena memang lebih diterima masyarakat di luar dan orang awam sekalipun. Biar lebih ear catchy, lebih beda aja gitu," ucap ibu dua anak ini.

Sejak berdiri pada 2016 hingga kini, Niqab Squad semakin berkembang. Menuru istri dari Andre Saddam ini, anggota Niqab Squad jumlahnya sudah hampir 5.000 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Ada juga anggota yang tinggal di Malaysia dan Taiwan.

niqab squadKomunitas Niqab Squad. Foto: Gresnia Arela/Wolipop.

Saat gathering anggota Niqab Squad digelar, para anggota akan mendengarkan kajian. Selain itu momen tersebut juga menjadi ajang untuk saling menyemangati satu sama lain untuk konsisten berhijrah.

Desainer Diana Nurliana yang juga pendiri Niqab Squad menambahkan, tujuan gathering adalah agar para anggota yang sudah berhijrah selalu semangat menjalankan hijrahnya.

"Ada banyak cerita yang lucu dan menyedihkan. Ternyata kita nggak sendiri. Kita suka merasa kita sendiri akhirnya patah semangat. Kalau ketemu gitu akhirnya lebih semangat. Kita juga ada divisi kajian, keterampilan, karena ada yang jago masak, ada yang anak SMA," cerita wanita lulusan Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Islam As-Syafiiyah itu.

Diana berharap dengan hadirnya Niqab Squad juga bisa membuka pikiran orang lain. Wanita bercadar tidak selalu kaum ekstrimis atau istri teroris tapi sama seperti wanita lainnya.

niqab squadKomunitas Niqab Squad.Foto: Gresnia Arela/Wolipop.



Sumber: walipop.detik

PT Rifan Financindo

Jumlah Uang Beredar Naik Jadi Rp 8.721,9 T Berkat Penyaluran Kredit Moncer

Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar pada Januari 2024 mengalami pertumbuhan. Uang beredar mengalami pertumbuhan, salah satunya ditopan...