Tuesday, November 9, 2021

Grup Peretas Ini Temukan Celah Untuk Bajak PS5 | PT Rifan Financindo

                                 

 PT Rifan Financindo  - Sekelompok peretas bernama failOverflow, mengaku telah menemukan celah untuk membobol sistem keamanan konsol PlayStation 5 atau PS5. Mereka dapat mengakses 'root key', di mana digunakan untuk mendekripsi firmware konsol besutan Sony ini.

"Kami mendapatkan semua root key ps5 (symmetric). Jika kalian melihatnya dengan seksama, semuanya dapat diperoleh melalui perangkat lunak, termasuk root key per-konsol," tulis failOverflow, dikutip detikINET dari Twitter, Selasa (9/11/2021).

failOverflow sebelumnya dikenal sebagai grup peretas pertama, yang dapat melewati keamanan PS3 pada tahun 2010. Kini mereka kembali mendapatkan satu langkah awal, dalam jailbreak atau menghilangkan keterbatasan dari PS5.

Selain itu, kelompok tersebut juga terkenal karena mampu meretas PS4. Ditambah menjalankan Linux dan firmware khusus lainnya, di konsol garapan Nintendo, yakni Nintendo Switch.

                               


Dengan kondisi platform yang telah mengalami jailbreak, memungkinkannya menjalankan berbagai macam game bajakan. Hanya saja, penemuan yang diperoleh failOverflow, belum menegaskan bahwa PS5 akan mengalami nasib yang serupa seperti para saudaranya.

Sementara itu, ketersediaan PS5 di dunia masih diragukan dapat memenuhi minat gamer. Mengingat permintaan untuk konsol ini sendiri melebihi pasokan yang ada. Bahkan di toko online luar, seperti Amazon, Walmart, GameStop, PlayStation sendiri kehabisan stok.

Kendati begitu, sedikit informasi, bahwa Sony belum lama ini memasok stok PS5 ke Inggris. Mereka menerbangkannya menggunakan tiga pesawat Boeing 747 dari Korea Selatan dan terlihat mendarat di Heathrow.

Satu pesawat sudah tiba di lokasi dan dua lainnya menyusul dalam waktu dekat ini. Untuk jumlah yang dikirim masih belum diketahui jelas, akan tetapi, The Gamer memperkirakannya sebanyak 125 ribu konsol.

Jumlah tersebut memang tidak terlalu banyak bila dibandingkan penjualannya selama beroperasi sejak rilis hingga saat ini. Namun, data penjualan terbaru menunjukkan, warga Inggris hanya menyumbang pembelian satu juta PS5 saja pada akhir September.



Sumber : Finance.detik

 PT Rifan Financindo



Monday, November 8, 2021

Investor Pemula? Berikut Tips-Tips Investasi Emas Bagi Pemula | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo  -  Apakah uang pensiun kamu akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari? Akankah kamu ingin menggantungkan hidup pada anak-anak kamu nanti?


Yakin tabungan sudah cukup untuk menanggung diri? Ketika sumber dana masih mengalir deras, di situlah waktunya kamu untuk mengambil langkah memulai passive income. 
 

1. Pelajari & Tentukan Bentuk Investasi

Investasi banyak macamnya, mulai dari properti sampai emas. Investasi emas juga ada jenisnya, kamu bisa memilih investasi dalam bentuk perhiasan atau emas batangan.

Sebelum menentukan, ada baiknya Anda mempelajari kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis investasi emas.

Investasi perhiasan emas cocok untuk kaum ibu atau bagi para istri yang ingin menabung tanpa takut tabungannya terpakai untuk belanja.

Maka berbelanja lah emas perhiasan untuk tabungan. Sebab, selain menabung, juga dapat digunakan ketika melakukan kegiatan sehari-hari.


Investasi emas perhiasan juga tidak memakan biaya besar. Cukup dengan menyisihkan uang belanja untuk menabung emas perhiasan.

Investasi emas batangan ditujukan untuk investor yang sudah memiliki penghasilan pasti dan tabungan yang lumayan besar, karena untuk mendapatkan satu emas batangan membutuhkan effort lebih ketimbang emas perhiasan.

Walaupun kini sudah tersedia emas batangan dengan berat 0,5 gram, tetapi tetap saja lebih worth it jika langsung membeli yang besar.
 

2. Pilah-Pilih Tempat Pembelian Emas

Setelah memastikan jenis emas apa yang akan kamu beli, selanjutnya kamu perlu melakukan riset tempat-tempat mana yang menyediakan emas tersebut. Pilih toko yang jujur dan memberikan harga terendah, namun jangan melupakan kualitas dari emas yang dijajakan ya.

Jika perhiasan emas menjadi pilihan kamu, maka lakukan riset terhadap toko-toko perhiasan.

Tidak hanya dari segi harga dan kualitas barangnya, tetapi lihat juga lingkungan dari toko tersebut. Apakah berada di lokasi yang aman?

Apakah kendaraan kamu bisa parkir dekat dengan tokonya? Apakah orang-orang sekitar toko terlihat tidak mencurigakan? Lakukan demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Jika emas batangan yang dipilih, maka lakukan riset pada penyedia emas batangan yang tidak diragukan lagi kredibilitasnya, karena kamu tidak akan tertipu ketika membeli begitu juga saat akan menjual emas batangan tersebut. Apalagi, untuk emas batangan seri terbaru sudah lengkap dengan sertifikat, sehingga keaslian emas kamu sudah terjamin.
 

3. Siapkan Tempat Penyimpanan yang Aman

Terakhir dan yang paling penting adalah menyediakan tempat penyimpanan dari emas-emas kamu, pilihlah tempat yang sekiranya paling aman dari jangkauan anak-anak dan tangan-tangan jahat. Jangan tempatkan pada tempat lembab, dan jangan pamerkan pada sembarang orang.

Letakkan pada tempat yang tak akan orang mengira bahwa ada barang berharga di dalamnya. Simpan di tempat yang aman dan tidak merusak emas kamu.

Jadi tunggu apa lagi? Mulailah investasi emas dari sekarang! Karena investasi merupakan gerbang kemakmuran di masa depan.



Sumber :  bisnismuda

PT Rifan Financindo

Friday, November 5, 2021

Tapering Berdampak Terbatas, Segini Perkiraan Yield SUN di Akhir Tahun | PT Rifan Financindo


PT Rifan Financindo  -   
Analis mengungkapkan bahwa para investor telah mengantisipasi rencana tapering oleh The Fed sehingga dampaknya akan terbatas untuk Surat Utang Negara (SUN) sehingga pergerakan imbal hasil akan lebih stabil.  

Director & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Aset Manajemen Ezra Nazula mengungkapkan bahwa selama tidak ada kejutan dari hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) maka pasar SUN akan tetap suportif.  

“Kami melihat investor telah price-in tapering oleh The Fed, sehingga pergerakan yield lebih stabil,” ungkap Ezra kepada Bisnis, Kamis (4/11/2021).  Ditiadakan Sri Mulyani Cs Apalagi ungkap Ezra dengan perubahan dinamisme pasar di mana investor lokal yang lebih mendominasi pasar obligasi Indonesia.  

Selain itu juga likuiditas dalam negeri yang saat ini tinggi dan suplai obligasi yang relatif minim hingga akhir tahun maka imbal hasil atau yield SUN bertenor 10 tahun akan bisa turun di bawah level 6 persen.  

“Maka kami perkirakan yield SUN bertenor 10 tahun bisa tembut 6 persen dan turun ke 5,5 persen - 5,75 persen,” paparnya.  

Berdasarkan data laman World Government Bonds,  mencatatkan tingkat imbal hasil Surat Utang Negara Indonesia seri acuan 10 tahun berada pada kisaran 6,31 persen. Adapun dalam satu bulan terakhir, pergerakan yield SUN Indonesia terpantau menguat dengan turun 10,5 basis poin.  

Sementara itu, Vice President of Economist Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan bahwa meski tapering cenderung berdampak terbatas di pasar SUN tetapi masih ada potensi peningkatan yield US Treasury akibat sentimen tapering ataupun inflasi di AS.  

“Meskipun cenderung berdampak terbatas, kami perkirakan hingga akhir tahun obligasi benchmark 10-tahun diperkirakan bergerak di kisaran 6,2 persen - 6,4 persen,” ungkap Josua, Rabu (3/11/2021).  

Begini Alasannya Sementara untuk faktor upside atau faktor pendukung pergerakan yield SBN sendiri papar Josua antara lain adalah solidnya indikator makroekonomi dan stabilitas keuangan karena fundamental ekonomi Indonesia yang berdaya tahan. 

Selain itu lanjutnya hingga akhir tahun risiko suplai SBN/SBSN juga berkurang, serta kebijakan burden sharing SKB III antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) turut mendukung stabilitas pasar SBN.


Sumber : Market.bisnis 

PT Rifan Financindo

Thursday, November 4, 2021

Dampak Tapering Sementara, Investor Asing Segera Kembali ke Pasar SUN Indonesia | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo   -   Rencana tapering yang tengah dibahas The Fed pekan ini diyakini hanya akan menimbulkan efek sementara terhadap kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. 

Permana menjelaskan, dampak kebijakan pengurangan pembelian aset oleh The Fed atau tapering off memang akan menekan pasar surat utang negara Indonesia. 

Kebijakan tapering tersebut akan meningkatkan tingkat imbal hasil atau yield surat utang pemerintah AS atau US Treasury. Hal tersebut akan berimbas negatid terhadap pergerakan imbal hasil SUN Indonesia. 

Turun Fikri menyebutkan, saat ini pasar tinggal menunggu kepastian dimulainya tapering yang kemungkinan dapat dimulai pada pertengahan November atau awal Desember mendatang.

 “Dengan kepastian tapering ini, investor asing sudah mulai melakukan repositioning SUN dari tenor pendek menjadi menengah – panjang. 

Karena kenaikan imbal hasil US Tresasury akan menekan yield SUN kita,” jelasnya saat dihubungi pada Rabu (3/11/2021). 

Di sisi lain, FIkri menilai dampak kebijakan tapering terhadap pasar surat utang pemerintah Indonesia hanya bersifat sementara. 

Ia menjelaskan, tingkat kepemilikan SBN saat ini yang didominasi investor domestik mampu menjaga pasar dari volatilitas yang terlalu tinggi. 

Cenderung Stabil Ketahan pasar SUN Indonesia yang ditopang investor dalam negeri telah terlihat sepanjang tahun ini. Ia mengatakan, saat investor asing beramai-ramai melakukan aksi jual, investor domestik mampu menyerap SUN yang ada di pasar secara optimal. 

“Ketahanan investor domestik ini yang membuat yield SUN kita cenderung stabil dan bahkan turun,” lanjutnya. Fikri optimistis investor asing akan kembali ke surat utang Indonesia dalam waktu dekat. Volatilitas pasar yang muncul dari tapering tersebut juga diyakini hanya sebentar karena jumlah penawaran SBN di Indonesia yang kini semakin turun. 

Asing Masuk KLBF, BBRI, BUKA “Sehingga, kalau kondisi domestik bagus, maka yield SUN masih tetap optimal. 

Saya perkirakan investor asing kembali ke SBN Indonesia paling cepat pada awal Desember mendatang,” pungkasnya.



Sumber: Markt.bisnis

PT Rifan Financindo

Wednesday, November 3, 2021

Harga Minyak Variatif Jelang Rilis Data Persediaan AS dan Pertemuan OPEC+ | PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo  – Harga minyak ditutup variatif pada perdagangan Selasa (2/11/2021) karena pelaku pasar menantikan data stok bahan bakar AS dan pertemuan penting Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, atau OPEC+. 

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 0,14 poin atau 0,2 persen ke level US$83,91 per barel. WTI telah turun lebih dari US$1, namun kemudian memulihkan sebagian pelemahannya. 

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,1 poin ke level US$84,72 per barel, setelah diperdagangkan di wilayah negatif. 

Segini Kerugian Pertamina dari Jual BBM Minyak diperdagangkan di bawah US$85 per barel, tetapi masih mendekati level tertinggi tiga tahun dalam perdagangan berfluktuasi menjelang laporan pasokan mingguan AS yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah saat para pedagang juga melihat ke arah pertemuan OPEC+ pada Kamis (4/11/2021). 

Analis memperkirakan data persediaan minyak mentah mingguan AS menunjukkan kenaikan 1,6 juta barel. 

Kelompok industri American Petroleum Institute (API) akan merilis yang pertama dari dua laporan pasokan minggu ini pada pukul 20.30 GMT. 

"Ada sedikit ketidakpastian tentang OPEC dan itu menahan pasar. Tapi kami masih dalam tren naik yang kuat,” kata analis Price Futures Group Phil Flynn. 

Harga Brent telah melonjak lebih dari 60 persen pada tahun 2021. Brent mencapai level tertinggi tiga tahun di US$86,70 pekan lalu karena permintaan global telah pulih dan OPEC+ lambat untuk melepas pemangkasan produksi. 

Negara-negara konsumen telah menekan OPEC+ untuk berbuat lebih banyak guna mendinginkan pasar. 

Tetapi pada pertemuan Kamis (4/11/2021), aliansi tersebut diperkirakan akan tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi bulanan secara bertahap sebesar 400.000 barel per hari.


Sumber: Markt.bisnis

PT Rifan Financindo

Tuesday, November 2, 2021

LIVE Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 1 November 2021 | PT Rifan Financindo


PT Rifan Financindo   - Pergerakan nilai tukar rupiah bakal dipengaruhi rilis sejumlah data ekonomi pada hari ini, Senin (1/11/2021). 

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Oktober 2021 pada pada hari ini.

 Selain itu, BPS juga akan mengumumkan perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Oktober 2021, Nilai Tukar Petani (NTP) dan harga produsen gabah Oktober 2021, dan perkembangan pariwisata dan transportasi nasional September 2021. 

Bank Indonesia (BI) memperkirakan harga cabai merah bisa memicu tingkat inflasi pada Oktober 2021 mencapai 0,10 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). 

Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur mengatakan tingkat inflasi secara tahunan diperkirakan sebesar 1,64 persen (year-on-year/yoy). 

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Oktober 2021 secara tahun kalender sebesar 0,91 persen [year-to-date/ytd],” katanya melalui siaran pers yang dikutip Bisnis, Minggu (31/10/2021). 

Semnentara itu, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat inflasi pada Oktober 2021 akan mencapai 0,08 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Oktober 2021, perkembangan harga pada Oktober 2021 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,08 persen mtm. "Sentimen inflasi turut menopang rupiah," imbuhnya dalam riset, dikutip Senin (1/11/2021). 

15:04 WIB Rupiah ditutup melemah 

102 poin Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 107 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.274 per dolar AS pada pukul 14.59 WIB. 

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,162 poin atau 0,17 persen ke level 94,285 pada pukul 14.52 WIB. 

14:41 WIB Rupiah melemah 

102 poin Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 102 poin atau 0,72 persen ke posisi Rp14.269 per dolar AS pada pukul 14.40 WIB. 

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,111 poin atau 0,12 persen ke level 94,234 pada pukul 14.30 WIB. 

13:58 WIB Rupiah melemah 81 poin 

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 81 poin atau 0,57 persen ke posisi Rp14.248 per dolar AS pada pukul 13.56 WIB. 

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,106 poin atau 0,11 persen ke level 94,229 pada pukul 14.46 WIB. 

12:01 WIB Rupiah melemah 75 poin 

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 75 poin atau 0,53 persen ke posisi Rp14.242 per dolar AS pada pukul 11.58 WIB. 

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,129 poin atau 0,14 persen ke level 94,252 pada pukul 11.48 WIB. 

11:26 WIB Rupiah melemah 72 poin 

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 72 poin atau 0,51 persen ke posisi Rp14.240 per dolar AS pada pukul 11.21 WIB. 

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,113 poin atau 0,12 persen ke level 94,236 pada pukul 11.11 WIB. 

10:17 WIB Rupiah melemah 52 poin 

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 52 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp14.219 per dolar AS pada pukul 10.15 WIB. 

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,051 poin atau 0,05 persen ke level 94,174 pada pukul 10.05 WIB.

09:05 WIB Rupiah dibuka melemah 

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 45 poin atau 0,32 persen ke level Rp14.212 per dolar AS. 

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,061 poin atau 0,06 persen ke level 94,184 pada pukul 08.52 WIB.




Sumber: Market.bisnis

PT Rifan Financindo

Monday, November 1, 2021

Ayo Cek! Saham Emiten Transportasi & Logistik Bergerak Liar | PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo  -   Saham-saham emiten yang terhimpun dalam indeks sektor transportasi & logistik (IDXTRANS) melesat pada awal perdagangan hari ini, Senin (1/11/2021). IDXTRANS sendiri memimpin kenaikan indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini, dengan naik 24,22 poin atau 2,00% dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu.

Berikut kenaikan saham transportasi & logistik, berdasarkan data BEI, pukul 09.41 WIB.

  1. Indonesia Transport & Infrastructure (IATA), saham +17,54%, ke Rp 67/saham

  2. Hasnur Internasional Shipping (HAIS), +7,84%, ke Rp 220/saham

  3. Samudera Indonesia (SMDR), +7,69%, ke Rp 770/saham

  4. Adi Sarana Armada (ASSA), +6,29%, ke Rp 3.380/saham

  5. Satria Antaran Prima (SAPX), +6,28%, ke Rp 1.100/saham

  6. Transkon Jaya (TRJA), +3,79%, ke Rp 274/saham

  7. Jaya Trishindo (HELI), +2,38%, ke Rp 344/saham

  8. Armada Berjaya Trans (JAYA), +2,36%, ke Rp 130/saham

  9. Prima Globalindo Logistik (PPGL), +2,04%, ke Rp 100/saham

  10. Eka Sari Lorena Transport (LRNA), +1,59%, ke Rp 192/saham

  11. Maming Enam Sembilan Mineral (AKSI), +1,21%, ke Rp 500/saham

  12. Weha Transportasi Indonesia (WEHA), +0,91%, ke Rp 222/saham

Dari data di atas, saham emiten milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) IATA memimpin kenaikan dengan melejit 17,54%, dengan nilai transaksi jumbo Rp 32 miliar.

Saham IATA akhirnya rebound setelah anjlok selama 7 hari perdagangan beruntun, atau sejak 21 Oktober lalu. Sebelumnya, saham IATA, yang tidak bergerak di level gocap atau Rp 50/saham sejak pertengahan Februari 2017, tiba-tiba 'bangkit' dan melonjak 34,00% dan 34,33% pada Senin (18/10) dan Selasa (19/10).

Adapun sentimen yang tampaknya mendorong saham IATA adalah soal kabar perseroan yang baru-baru ini mengubah bisnis utamanya dari transportasi ke bisnis pertambangan batu bara.

Perseroan baru-baru ini telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakuisisi PT MNC Energi dari PT MNC Investama Tbk (BHIT) sebagai pemegang saham mayoritas.

"Setelah transaksi, IATA akan menjadi entitas induk untuk seluruh perusahaan batu bara MNC Group," ungkap Head of Investor Relations MNC Group, Natassha Yunita, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (18/10/2021).

Selain itu, IATA baru-baru ini mendapatkan investor baru, yakni Literati Capital Investments Limited dan Yaris International Ltd.

Dua investor ini masuk ke perusahaan tersebut melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement dengan menyerap 718.147.000 saham dengan nominal Rp 50.

Private placement ini dilaksanakan pada 19 Oktober 2021 lalu dan dieksekusi di harga Rp 50/saham, sehingga perusahaan mendapatkan dana segar Rp 35,90 miliar.

Di posisi kedua ada saham HAIS yang terkerek 7,84% ke Rp 220/saham, dengan nilai transaksi Rp 2 miliar. Saham HAIS juga berhasil menguat kembali setelah 3 hari beruntun melorot ke zona merah.

Di bawah saham HAIS, ada saham emiten pelayaran SMDR yang melejit 7,69% ke Rp 770/saham. Kenaikan ini terjadi seiring SMDR baru saja menerbitkan laporan keuangan kuartal III 2021 yang tergolong ciamik.

Menurut laporan keuangan yang terbit di BEI pada Jumat (29/10), laba bersih SMDR melesat 878,79% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$ 51,53 juta per 30 September 2021. Adapun pendapatan usaha tercatat naik 22,28% secara tahunan menjadi US$ 442,76 juta.

Kemudian, saham emiten induk jasa kurir Anteraja milik pengusaha TP Rachmat ASSA juga melompat 6,29% ke Rp 3.380/saham.

Seperti SMDR, ASSA juga mencatatkan kenaikan laba bersih yang signifikan per September 2021.

Berdasarkan data laporan keuangan di BEI pada Jumat (29/10), laba bersih yang diatribusikan ke pemilik induk ASSA tumbuh 56,69% secara yoy menjadi Rp 80,22 miliar pada 30 September 2021. Adapun pendapatan usaha ASSA naik 61,65% menjadi Rp 3,48 triliun per kuartal III 2021.

Saham SAPX juga mencuat 6,28% ke Rp 1.100/saham pagi ini. Emiten pemilik jasa kurir SAP Express ini juga baru saja melaporkan kinerja keuangan per September 2021. Laba bersih SAPX tercatat naik 25,59% secara yoy menjadi Rp 32,09 miliar. Kemudian, pendapatan usaha SAPX tercatat tumbuh 30,13% secara tahunan menjadi Rp 429,34 miliar.




Sumber: cnbcindonesia 

PT Rifan Financindo

Jumlah Uang Beredar Naik Jadi Rp 8.721,9 T Berkat Penyaluran Kredit Moncer

Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar pada Januari 2024 mengalami pertumbuhan. Uang beredar mengalami pertumbuhan, salah satunya ditopan...