Tuesday, October 25, 2022

Rupiah Lagi-lagi Dibuka Melemah, Simak Faktor Penekannya | PT Rifan

PT Rifan   -  Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (25/10/2022). 

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.03 WIB, rupiah melemah 0,03 persen atau 4,5 poin ke level Rp15.590 per dolar AS. 

Sepanjang tahun berjalan, rupiah telah melemah 9,3 persen. Adapun, indeks dolar AS pada pagi ini dibuka melemah 0,1 persen atau 0,126 poin ke level 111,793. 

Sementara itu, mata uang Asia Pasifik lain juga turut melemah terhadap dolar AS, sebut saja yen Jepang melemah 0,12 persen ke level 147,28 per dolar AS. 

Selanjutnya, mata uang Thailand, Baht menguat 0,37 persen, mata uang Myanmar melemah 0,08 persen, mata uang Yuan China melemah 0,6 persen, dan Rupee India menguat tipis 0,08 persen. 


Sebelumnya, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS naik lebih tinggi terhadap mata uang lainnya akibat sentimen intervensi oleh Bank of Japan dan sentimen dari Inggris yang diperkirakan akan memiliki Perdana Menteri baru, yakni Rishi Sunak. IDRUSD Chart by TradingView "Mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak dipandang sebagai opsi paling bijaksana.

 Penunjukannya akan mengurangi ketidakpastian politik yang menggantung," kata Ibrahim dalam risetnya, Senin (24/10/2022). 

Sentimen Positif Dari Amerika Serikat, Pejabat The Federal Reserve diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 0,75 poin persentase pada pertemuan November mereka, sementara beberapa pembuat kebijakan telah mengisyaratkan keinginan untuk menahan laju kenaikan suku bunga.

 Sementara itu, dari dalam negeri pelaku pasar terus memantau perkembangan inflasi, setelah berbagai lembaga memproyeksi inflasi Indonesia tahun ini akan menyentuh angka 6-7 persen. 

Adapun untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp15.560-Rp15.630.


Sumber :  Market.bisnis

PT Rifan

No comments:

Post a Comment

Jumlah Uang Beredar Naik Jadi Rp 8.721,9 T Berkat Penyaluran Kredit Moncer

Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar pada Januari 2024 mengalami pertumbuhan. Uang beredar mengalami pertumbuhan, salah satunya ditopan...