Friday, August 16, 2019

Mengatur Keuangan ala Keluarga Milenial | PT Rifan Finaincindo

 Ilustrasi/Foto: Ari Saputra

PT Rifan Financindo  - Milenial identik dengan boros. Apalagi dengan adanya teknologi aplikasi yang memudahkan milenial belanja dengan ojek online atau belanja online dan melakukan pembayaran menggunakan e-wallet. 

Oleh sebab itu pembahasan tentang milenial selalu menarik untuk diketahui dan dipahami. Lalu bagaimana sih cara mengatur keuangan milenial tersebut? Untuk mengetahui cara mengatur keuangan keluarga milenial agar tidak boros serta mendapatkan kunci sukses dalam mengatur keuangan keluarganya, mari simak langkah-langkahnya sebagai berikut: 
1. Membuat Daftar Belanja Bulanan dalam 4 Kelompok Besar, yaitu :
a. Keinginan Rutin
b. Keinginan Tidak Rutin
c. Kebutuhan Rutin
d. Kebutuhan Tidak Rutin

2. Menentukan Anggaran Belanja Kebutuhan menjadi 3 bagian, yaitu :
a. Kebutuhan Dasar Pribadi/Keluarga
b. Pos Anggaran Sosial
c. Pos Anggaran Investasi
3. Membuat daftar skala Prioritas Pembelanjaan bersama pasangan (bila sudah menikah) dimulai dari yang paling tinggi skala prioritasnya hingga yang paling rendah. Contoh kasus: Pak Firman (bukan nama sebenarnya) berdomisili di Pekalongan, adalah seorang pemilik startup bidang laundry, yang telah menikah dan saat ini baru dikaruniai satu orang anak seusia balita, tinggal dengan menyewa rumah kecil sederhana, memiliki kendaraan roda dua untuk bekerja, dari bisnisnya ia mendapatkan penghasilan bersih bulanan rata-rata sebesar Rp 3 juta. Pak Firman pada saat ini memiliki kewajiban membayar angsuran motornya sebesar Rp 400.000 per bulan.

Langkah Pertama, Keluarkan lah untuk kebutuhan yang tergolong prime costlebih dahulu. Prime cost adalah biaya yang apabila tak terbayarkan akan menjadi masalah besar dalam kehidupan seseorang, antara lain tagihan listrik, tagihan air PDAM, tagihan BPJS Kesehatan, beras, gas Elpiji, keperluan harian sekolah anak dan sewa rumah kamar kos. 

Dianggap rinciannya dihitung bulanan, dengan nominal Rp 200.000 untuk tagihan listrik, Rp 100.000 untuk tagihan PDAM, Rp 240.000 untuk tagihan tiga anggota keluarga pada BPJS Kesehatan kelas 1, Rp 150.000 untuk kebutuhan beras sebesar 15 kilogram (kg). Selanjutnya ada kebutuhan Rp 80.000 untuk pembelian gas Elpiji 3 Kg sebanyak empat kali, Rp 400.000 untuk anggaran persiapan bayar sewa rumah cara bayar tahunan Rp 300.000 untuk anggaran transportasi dan sisa Rp. 1.530.000. 

Langkah Kedua, yaitu mengeluarkan dana untuk membelanjakan kebutuhan dengan kelas skala prioritas di bawah prime cost. Pos kebutuhan ini juga masih penting, hanya aja risiko gangguannya tidak segawat sebelumnya bila tidak dibelanjakan, antara lain adalah makanan jadi, kebutuhan dapur, angsuran KPR/KPM/utang produktif lainnya diusahakan maksimal 30%, pos dana darurat diharapkan sebesar minimal 10%, paket telepon dan internet, dan sedekah dengan target minimal 20% angka ini bisa berkurang disesuaikan dengan kebutuhan kita, akan tetapi jangan sampai nol sama sekali. Pertanyaannya, ketika kita membelanjakan uang pada pos-pos tersebut, apa saja sih prinsip yang harus kita pegang? Ini akan kita bahas di sambungan artikel berikutnya. 

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.


Simak Video "Bukan Gaji, Ini yang Paling Dicari Milenial Indonesia dalam Bekerja"




Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo

Thursday, August 15, 2019

Ekspor Juli US$ 15,45 Miliar, Turun (Lagi) 5,12% | PT Rifan Financindo

Foto: Sylke Febrina Laucereno-detikFinance

PT Rifan Financindo  -  Ekspor Indonesia pada Juli 2019 tercatat US$ 15,45 miliar, turun 5,12% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, angka ekspor tersebut jika dibandingkan dengan Juni 2019 ada peningkatan 31,02%.

"Di sana migasnya alami peningkatan 115,19%, non migas nasik 25,33%. Kenaikan karena Juni merupakan Ramadan dan kita memiliki libur cuti bersama sehingga sepertiga kali kerja di Juni hilang, dan sekarang situasinya normal makanya signifikan," ujarnya di kantornya, Kamis (15/8/2019).

"Kita lihat pergerakan ekspor, tiga tahun berturut-turut idul fitri selalu Juni menukik, dan kembali naik di Juli, tapi posisinya belum pulih," jelasnya,

Ia mengatakan penyebab kenaikan ekspor secara bulanan itu dari sektor migas naik tinggi 115,19%. Kalau ditelusuri ke dalam terjadi karena kenaikan ekspor minyak mentah, kemudian ada kenaikan nilai hasil minyak terutama gas.

"Jadi kenaikan migas itu nilai hasil minyak 148,72%, gas 132,3%. Kalau year on year migasnya naik 13,35%," ucapnya.

"Untuk pertanian MtM dan YoY tumbuh menggembirakan, MtM tumbuh 50,16%, komoditas yang tumbuh di antara aromatik dan rempah, kopi, sarang burun, rumput laut. Kalau Yoy tumbuh 4,51% karena kenaikan ekspor biji kakao, cengkeh, sarang burung," tambahnya.




Simak Video "Anies Ungkap Beda Data Jumlah Penduduk antara PKK dan BPS"




Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo 

Wednesday, August 14, 2019

Marak Aksi Demo di Hong Kong, Apakah China Bisa Kirimkan Militernya? | PT Rifan Financindo

Marak Aksi Demo di Hong Kong, Apakah China Bisa Kirimkan Militernya?

PT Rifan Financindo  -  Kekacauan di Hong Kong kini memasuki pekan ke-11, kekerasan semakin sering terjadi dan demonstrasi menyebabkan gangguan.
Pemerintah China mengecam keras pengunjuk rasa, tetapi banyak kalangan bertanya-tanya apakah pemerintah negara itu akhirnya nanti kehilangan kesabaran dan mengambil tindakan lebih langsung.

Opsi hukum apa saja yang dimiliki Beijing untuk campur tangan? Berikut tiga hal penting.

Apakah China dapat mengirimkan militernya?
Hukum Dasar - konstitusi mini daerah administratif khusus Hong Kong yang berlaku sejak Inggris menyerahkan wilayah itu kepada China pada tahun 1997 - sangat jelas. Intervensi militer China hanya dapat dilakukan jika diminta oleh pemerintah Hong Kong, dan untuk tujuan "menjaga ketertiban umum dan penanganan bencana".

Sebagian besar analis berpendapat opsi itu hampir tidak mungkin akan ditempuh, bahkan oleh pemerintah yang sangar pro-Beijing sekali pun.


Tentara China
Tentara China Militer China menempatkan sekitar 5.000 personel di Hong Kong. (Getty Images)

Foto-foto tentang pasukan China berbaris di Hong Kong dan menumpas protes prodemokrasi, sekali pun tidak sampai menggunakan kekuatan yang mematikan, merupakan bencana bagi reputasi wilayah tersebut, mengacaukan perekonomiannya dan menimbulkan kemarahan internasional.

Tentara Pembebasan China menempatkan sekitar 5.000 personel di Hong Kong sejak penyerahan wilayah ke pangkuan China.

Adam Ni, peneliti masalah China di Universitas Macquarie, Australia, menjelaskan kepada BBC bahwa Garnisun Hong Kong "lumayan tak menonjol" dan pada umumnya "sebagai kehadiran simbolis dari kedaulatan China".

Namun pada tanggal 31 Juli, garnisun tersebut mengeluarkan video yang antara lain berisi rekaman tentara - dalam bahasa Kanton - meneriakkan -"semua akibatnya adalah tanggung jawab Anda sendiri". Tampak pula tentara bergerak maju ke arah demonstran, dan rekaman yang memperlihatkan polisi membawa spanduk bertuliskan "Berhentilah menyerang atau kami akan menggunakan kekuatan".

Peringatan seperti itu biasa digunakan oleh kepolisian Hong Kong ketika menangani kekacauan.

Langkah itu dimaknai sebagai peringatan bahwa China dapat saja melakukan intervensi, jika diminta. Peneliti madya di Lowy Institute, Sydney, mengatakan kepada AFP bahwa China tampaknya menggunakan ancaman campur tangan itu "sebagai upaya menakut-nakuti pemrotes".

Apakah China dapat campur tangan secara politik?
China bisa dibilang telah melakukan sejumlah intervensi politik dan hal itulah yang menjadi pendorong utama aksi-aksi protes belakangan ini.

Parlemen Hong Kong atau Dewan Legislatif condong memihak Beijing dan pada tahun 2017, meskipun terjadi protes besar, disahkan undang-undang yang menetapkan bahwa calon pemimpin eksekutif harus disetujui terlebih dulu oleh komite pro-Beijing. Pemenangnya, yang juga harus disetujui oleh pemerintah pusat Beijing, memilih orang-orang yang duduk sebagai menteri.

Carrie Lam
Carrie Lam Carrie Lam dipilih sebagai pemimpin eksekutif atas persetujuan pemerintah pusat di Beijing. (Getty Images)

Carrie Lam dipilih pada tahun 2017, dan dia lah sosok yang mengusulkan rancangan undang-undang ekstradisi yang menyulut aksi protes dan menjadikan dirinya sebagai sasaran kemarahan. RUU ekstradisi itu telah ditangguhkan sampai waktu yang tidak ditentukan.

Profesor Dixon Ming Sing dari University of Science and Technology di Hong Kong mengatakan Beijing telah "berusaha keras untuk menunjukkan kekuasaannya... dengan tegas menolak pengunduran diri Carrie Lam dan menolaknya menarik resmi RUU".

"Jika Beijing menghendakinya mundur, apakah hal itu bisa dilakukan? Tentu saja," katanya.

"Tetapi saya pikir Beijing tidak ingin melakukan itu karena ingin menunjukkan bahwa pihaknya tidak bisa disetir oleh opini umum."

Tentu saja, sekali pun Carrie Lam benar-benar mundur, penggantinya juga harus mendapat dukungan dari Beijing.

Apakah China dapat menyasar para aktivis?
Gelombang protes dipicu oleh RUU Ekstradisi, yang oleh kritikus dikhawatirkan dapat digunakan oleh China untuk menciduk aktivis politik dan membawanya ke China. Di bawah sistem peradilan negara itu, mereka hampir dipastikan dinyatakan bersalah.

Carrie Lam mengatakan rancangan undang-undang itu sekarang sudah mati, tetapi tanpa produk itu pun, sejauh ini sudah banyak pemberitaan tentang China mengabaikan peraturan-peraturan seperti itu untuk menahan warga Hong Kong.

Salah satu kasus yang paling dikenal adalah kasus Gui Minhai, yang mengelola toko buku di Hong Kong. Tokonya menjual buku-buku yang kritis terhadap pemerintah China. Gui Minhai hilang di Thailand pada tahun 2015, tetapi ia kemudian muncul di China. Di sana ia ditahan terkait dengan kecelakaan mobil yang fatal pada tahun 2003.

Gui Minhai
Gui Minhai Gui Minhai sempat hilang sebelum tiba-tiba muncul dalam tahanan China. (BBC)

Pengadilan China menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun. Ia akhirnya dibebaskan pada tahun 2017 tetapi diduga ditangkap lagi satu tahun kemudian ketika menumpang kereta di China. Hingga kini tidak diketahui bagaimana nasibnya.

Meskipun aktivis-aktivis itu sendiri tidak takut ditangkap, sebagian dari mereka mungkin mencemaskan akibatnya bagi anggota keluarga mereka yang berada di China.

Namun demikian, walaupun terdapat ketakutan akan adanya campur tangan langsung di Hong Kong, cara Beijing yang paling ampuh untuk meredam kekacauan kemungkinan adalah cara halus tetapi manjur - menyasar perekonomian.

Hong Kong adalah pusat ekonomi, dan tetap menyandang predikat itu sejak penyerahan wilayah dari Inggris ke pemerintah China, antara lain disebabkan karena status khususnya yang tetap dipertahankan. Tetapi kota-kota di wilayah China daratan seperti Shenzhen dan Shanghai, berhasil mengikuti jejak Hong Kong sejak 1997.

Jika Hong Kong terus menantang kewenangan Beijing, pemerintah lebih lanjut dapat mengalihkan investasi dan perdagangan ke China daratan, sehingga menekan perekonomian Hong Kong dan membuat wilayah tersebut bergantung pada niat baik Beijing.


Sumber: news.detik
PT Rifan Financindo

Tuesday, August 13, 2019

DJSN Usul Iuran BPJS Kesehatan Naik Hingga Rp40 Ribu | PT Rifan Financindo

DJSN Usul Iuran BPJS Kesehatan Naik Hingga Rp40 Ribu


PT Rifan Financindo -  Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) akan menyodorkan usulan kenaikan tarif iuran program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola BPJS Kesehatan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Besaran kenaikannya berkisar Rp16.500 hingga Rp40.000 bergantung kelas masing-masing peserta.

Anggota DJSN Angger P. Yuwono mengungkapkan usulan tersebut sebagai tindak lanjut dari keputusan pemerintah yang akan mengerek tarif iuran BPJS Kesehatan tahun depan.


"DJSN merencanakan untuk mengusulkan secara resmi kepada presiden dalam minggu ini," ujar Angger kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/8). 


Saat ini, DJSN sudah merumuskan perhitungan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan untuk tiga kelas Mandiri. DJSN mengusulkan kenaikan iuran kelas Mandiri I sebesar Rp40 ribu, yaitu dari saat ini Rp80 ribu per peserta menjadi Rp120 ribu per peserta.

Kemudian, kenaikan iuran kelas Mandiri II diusulkan sebesar Rp29 ribu, dari Rp51 ribu per peserta menjadi Rp80 ribu per peserta. Selanjutnya, iuran kelas Mandiri III diusulkan naik Rp16.500 dari Rp25.500 per peserta menjadi Rp42 ribu per peserta. 

Sayangnya, ia masih enggan mengungkap besaran usulan kenaikan iuran untuk kelas Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sebagai catatan, kelas ini merupakan golongan peserta yang pembayaran iurannya ditanggung oleh pemerintah. 

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah memastikan bahwa pemerintah akan mengerek tarif iuran BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan guna menambal defisit yang diproyeksi mencapai Rp28 triliun pada tahun ini. 

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko juga memastikan kenaikan tarif iuran akan berlaku untuk semua kelas, termasuk PBI yang ditanggung pemerintah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan rencananya kepala negara menerbitkan peraturan presiden (perpres) terkait pengaturan tarif iuran BPJS Kesehatan ke depan.
Meski begitu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo memastikan persentase kenaikan tarif iuran tidak akan dipukul rata untuk masing-masing kelas kepesertaan. Sebab, pemerintah perlu mengevaluasi kondisi masing-masing kelas dari sisi jumlah kepesertaan sampai status peserta, misalnya umum, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan pekerja swasta. 

"Tidak (sama per kelas), ini demi keadilan, nanti semua kelas harus ditinjau ulang. Nanti kami lihat efeknya, PBI seperti apa, non PBI seperti apa," katanya. 

Selain itu, penentuan besaran kenaikan akan ditentukan oleh hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dikeluarkan pada akhir Agustus ini. Bila hasil audit sudah keluar, barulah pemerintah bisa menghitung berapa sisa defisit yang bisa ditutup dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dari kenaikan iuran. 

"Biar kami tahu berapa dana selain kenaikan tarif yang bisa diterima, termasuk dari pajak rokok, sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, Asabri, BPJS Kesehatan sendiri. Jadi berapa dapatnya, terus defisit yang reasonable, dan berapa kenaikan tarifnya," jelasnya.



Tak ketinggalan, perhitungan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan juga akan mempertimbangkan kemampuan peserta di masa yang akan datang. Setidaknya, dalam kurun waktu satu sampai dua tahun ke depan. 

"Jangan sampai kami naikkan tapi masih defisit. Jangan sampai kenaikannya terlalu besar, tapi nanti tidak digunakan. Kami harus hati-hati, soalnya ke depan harus ada kenaikan kan," terangnya.

Sumber: cnnindonesia
PT Rifan Financindo

Dipaksa Lompat dari B20, B30 & B50, Begini Reaksi Pertamina | PT Rifan Financindo

Dipaksa Lompat dari B20, B30 & B50, Begini Reaksi Pertamina

PT Rifan Financindo   -  Presiden Joko Widodo menghendaki agar penerapan B30 bisa diterapkan pada awal 2020 dan selanjutnya loncat ke B50 di akhir 2020. Padahal, baru tahun lalu Indonesia menerapkan B20.

"Saya juga ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 ini sudah pindah ke B30. Dan selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50," kata Jokowi, saat memimpin rapat terbatas, Senin (12/8/2019).

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan, perusahaan mendukung kebijakan pemerintah terkait perluasan kebijakan B30 dan B50 pada tahun depan.


Untuk penerapan B30, pihaknya telah melakukan serangkaian kajian dan siap melaksanakannya sesuai waktu yang ditetapkan pemerintah.

"Kami sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah untuk B30. Sudah dibuktikan pada penerapan B20 yang sudah berjalan baik," tuturnya saat dihubungi, Senin (12/8/2019).

Terkait penerapan B50 pada akhir 2020, Fajriyah mengatakan saat ini, pihaknya sudah melakukan co-processing untuk pemanfaatan CPO.


Sejauh ini, lanjutnya, Pertamina telah melaksanakan pengujian co-processing di kilang Residue Fluidized Cracking Catalityc Unit (RFCCU) Refinery Unit (RU) III Plaju dengan injeksi Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBDPO) hingga 7,5% on feed, yang mana produk utama yang dihasilkan adalah green-gasoline, green-LPG dan green-propylene dalam persentase yang lebih kecil.

"Itu [co processing] sudah sesuai rencana bisnis kami, intinya kami tetap mendukung," pungkasnya.

Adapun, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM FX Sutijastoto menyebutkan sedang menyiapkan peta jalan untuk peningkatan penggunaan bahan bakar nabati menjadi lebih dari 30%.

"Target peta jalannya ini menunggu Pertamina selesai feasibility study (FS), hasilnya bagaimana. Itu paling 3-4 bulan," kata Toto, saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Indonesia Sasar China Jadi Pasar Biodiesel


Adapun, lanjut Toto, apabila B30 nanti diberlakukan, target konsumsi domestiknya bisa mencapai 9-10 juta kiloliter (kl). Sementara, saat ini, konsumsi domestik B20 target konsumsi domestiknya mencapai 6,2 juta kl.

"Yang penting sekarang B30 jalan dullu, karena B20 kan sudah sukses juga. Sekarang (serapannya) sudah 97% dari target sampai dengan semester I 2019. Nah B30 ini kelihatannya ada perbedaan dari B20, tapi tidak signifikan, jadi bisa jalan juga," pungkasnya.

Smber: cnbcindonesia
PT Rifan Financindo 

Monday, August 12, 2019

Rahasia Menjadi Tamu Allah | PT Rifan Finaincindo

Rahasia Menjadi Tamu Allah

PT Rifan Finaincindo  -   Orang yang bergelimang harta tak menjamin diundang oleh-Nya. Sebaliknya, mereka yang terlihat sangat sederhana ternyata mendapat kesempatan lebih dulu menuntaskan rukun kelima.

Ini namanya panggilan, bukan semata-mata soal uang. Ya, sinetron 'Tukang Bubur Naik Haji' bukan sembarang cerita fiksi. Sejatinya di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia, kisah soal 'Haji Sulam'--karakter di film 'Tukang Bubur Naik Haji'--memang benar adanya.

Bahkan, sudah di luar batas nalar hitung-hitungan kalkulator manusia. "Kok bisa ya tukang bubur naik haji? Dia cuma tukang cuci tetapi lebih dulu dipanggil ke Tanah Suci," tanya sebagian orang.

Sebaliknya, mereka yang berduit dengan 'tabungan tanpa nomor seri' tak serta merta bisa otomatis naik haji. Okelah, di atas kertas ia bisa dengan mudah membeli paket terbaik nan termahal di biro perjalanan bonafid agar bisa disertakan dalam rombongan haji khusus.

Namun kalau memang belum rezekinya, pasti ada saja kendala. Mungkin sebagian dari kita sudah sering mendengar jika ada yang sudah menggelar Walimatus Safar--pertanyaan seseorang sebelum naik haji--dengan mengundang banyak orang tetapi pada akhirnya tak jadi berangkat. Seribu satu hal bisa menjadi alasan, tetapi kembali lagi, ini tergantung panggilan.

Ustaz Ismail MarzukiUstaz Ismail Marzuki (Foto: Ardhi Suryadhi/detikcom)


Ustaz Ismail Marzuki, pembimbing jemaah haji khusus Maktour mengatakan, hadiah terindah dalam hidup manusia yang tidak bisa tergantikan sejatinya ada dua perkara. Pertama, ketika Allah menganugerahkan Iman Islam. Kedua, kita ditakdirkan untuk bisa bersimpuh, bersujud di dua kota suci: Mekah dan Madinah. 

"Kita tidak tahu amalan apa yang pernah kita lakukan sehingga dengan amalan itu Allah turunkan keridaan-Nya kepada kita. Ini agak sedikit merinding memang, di belakang kita mungkin ada orang yang sedekah sembunyi-sembunyi atau memang kita pernah menolong orang tanpa sepengetahuan orang siapapun, yang tahu hanya Allah dan kita saja," jelasnya.
Ia menambahkan, inilah cara Allah menurunkan keridaan dan rahmat-Nya. Ini merupakan suatu sesuatu yang 'given' alias hadiah dari Sang Pencipta. 
"Kita tidak tahu, tiba-tiba ada orang yang kesehariannya sederhana, tukang bersih-bersih datang keridaan Allah SWT dan diantarkan menuju Tanah Suci. Jadi dengan apa? Wallahualam, itu semua rahasia Allah SWT," lanjut Ustaz Ismail. 

Memang secara fikih, syarat haji adalah mampu baik dalam bekal maupun dalam perjalanannya. Tapi secara hakekat adalah sejatinya yang mengundang dan memberi kemampuan itu Allah SWT. 

"Beruntunglah bagi kita yang ditakdirkan oleh Allah SWT untuk datang ke bumi Arafah. Ini adalah karunia yang paling besar, rasa syukur inilah yang kita tonjolkan, Kita tidak pernah tahu amalan apa yang pernah kita lakukan sehingga mengundang rahmat Allah SWT," pungkasnya. 


Sumber: News.detik
PT Rifan Finaincindo

Friday, August 9, 2019

PNS Kerja di Rumah Mau Tiru Gaya Ngantor 'Jaman Now' | PT Rifan Finanicnido

Foto: Agung Pambudhy

PT Rifan Financindo - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokraasi (PANRB) membuka wacana pegawai negeri sipil (PNS) bekerja dari rumah. Pemerintah akan mendesain sistem kerja seperti halnya perusahaan rintisan atau startup.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Mudzakir mengatakan, wacana kerja dari rumah konteksnya ialah mengikuti perkembangan teknologi. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat kerja sebuah organisasi bisa dilakukan di mana saja.

"Konteksnya adalah ketika dukungan teknologi informasi terhadap performa kerja organisasi sudah sedemikian tinggi maka tempat kerja bisa di mana saja. Tidak saja di organisasi pemerintah juga di swasta," kata dia kepada detikFinance, Jumat (9/8/2019).

Bagi pemerintah, dia bilang, akan mengikuti perkembangan zaman dengan memperkuat e-government dengan dukungan sumber daya manusia yang kuat di bidang teknologi informasi.

"Kita akan memperkuat e-government dengan SDM aparatur yang kuat di IT," ujarnya.

Meski begitu, dia mengatakan, wacana PNS kerja di rumah masih perlu pembahasan. Dia bilang, itu masih ide awal.

"Yang muncul di media itu masih perlu pembahasan. Masih tahap awal," ujarnya.

"Masih ide awal dalam konteks e-government," tambahnya.


Sebelumnya, Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja membuka wacana PNS kerja di rumah. Dia mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendesain sistem kerja PNS di kementerian dan lembaga agar bisa meniru gaya perusahaan rintisan atau startup.

Setiawan mengungkapkan, ke depan PNS akan memiliki fleksibilitas kerja.

"Nanti akan bisa kerja dari rumah, tinggal ngatur aturannya kayak bagaimana," katanya dalam Forum Merdeka Barat di Auditorium KemenPAN-RB, Jakarta, Kamis (8/8/2019).


Simak Video "Gagal Jadi PNS karena Disabilitas, Bu Dokter Tempuh Jalur Hukum"

Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo

Jumlah Uang Beredar Naik Jadi Rp 8.721,9 T Berkat Penyaluran Kredit Moncer

Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar pada Januari 2024 mengalami pertumbuhan. Uang beredar mengalami pertumbuhan, salah satunya ditopan...