Tuesday, December 10, 2019

Kasus Novel Baswedan : Ada Temuan Baru Menuju Kesimpulan, Ini Perintah Jokowi kepada Kapolri | PT Rifan

Kasus Novel Baswedan : Ada Temuan Baru Menuju Kesimpulan, Ini Perintah Jokowi kepada Kapolri
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi tim kuasa hukumnya memberi keterangan seusai menjalani pemeriksaan Tim Pemantauan Kasus Novel Baswedan di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham), Jakarta, Selasa (13/3). Tim kuasa hukum Novel Baswedan mendesak Presiden untuk tetap membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) guna mengusut penyerangan terhadap Novel Baswedan. - Antara

PT Rifan - Tim yang bertugas menyelidiki kasus Novel Baswedan disebutkan mendapat temuan baru yang mengarah pada kesimpulan.
Presiden Joko Widodo menyebutkan telah menerima laporan dari Kapolri Jenderal Idham Azis bahwa sudah ada temuan baru yang menuju pada kesimpulan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.
“Sore kemarin Kapolri udah saya undang. Saya tanyakan langsung ke Kapolri, saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada progres atau ndak. Dijawab, ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan. Oleh sebab itu, saya tidak kasih waktu lagi, saya bilang secepatnya segera diumumkan,” tegas Presiden Jokowi usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro di Jakarta, Selasa (10/12/2019).
Menurut Presiden, tenggat waktu untuk menyelesaikan kasus penyerangan Novel sudah tidak diperlukan lagi karena dia meyakini Idham akan segera mengumumkan hasilnya dalam waktu dekat.
“Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian,” tegas Presiden.
Namun, Presiden enggan merinci temuan yang disebutnya sudah mengarah kepada kesimpulan. Presiden mempersilakan wartawan bertanya langsung kepada Kapolri Idham Aziz.
Sebelumnya, Idham dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Kepresidenan untuk melaporkan perkembangan kasus penyerangan Novel pada Senin (9/12/2019) petang.
Jokowi sempat memberikan tenggat waktu kepada Polri hingga awal Desember 2019 untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel yang terjadi pada 2017. Bahkan, Jokowi juga sudah memberikan tenggat waktu penyelesaian kasus Novel kepada Kapolri terdahulu Tito Karnavian selama tiga bulan pada 19 Juli 2019. Sayangnya, tim pencari fakta yang dibentuk Tito gagal mengungkap kasus tersebut.
Sumber : market.bisnis
PT Rifan

Monday, December 9, 2019

Sandi Soroti Industri Halal di Indonesia: Dulu Mentok di Sertifikasi | PT Rifan Financindo

Sandi Soroti Industri Halal di Indonesia: Dulu Mentok di Sertifikasi

PT Rifan Financindo  -  Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyoroti industri halal di Indonesia yang menurutnya saat ini telah berkembang pesat. Industri halal dulunya dinilai Sandiaga hanya mentok di urusan sertifikasi.

"Besar sekali perubahannya. Pertama kalau kita lihat dulu orang ngomong industri halal itu mentoknya di sertifikasi saja, di labelnya saja. Kalau sekarang, dengan adanya digital economic 4.0 kita bicara mengenai ekosistem," kata Sandiaga, Minggu (8/12/2019).

Hal tersebut dikatakan Sandiaga saat menjadi pembicara di acara Jakarta Halal Things 2019, Senayan City, Jakarta Selatan. Sandi mengatakan industri halal tak hanya soal sertifikasi dan label, tetapi juga rantai pasokan dari produksi, logistik, hingga pemasaran.

"Ini kita baru di awal banget. Kalau kita lihat ini potensinya luar biasa, tapi ya alhamdulillah sudah sampai sekarang ini. Saya melihat justru tahun-tahun ke depan bergulirnya akan semakin heboh, semakin hebring ya," ujar Sandi.

Sandi menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan Indonesia hanya menjadi konsumen produk halal dan tidak memproduksi produk halal sendiri. Selain itu, menurutnya, harus ada kolaborasi dengan negara-negara lain seperti Malayasia dengan target pasar tetap berada di Indonesia.

"Saya nggak mau fokus di negatif dan terus membawa pesimisme. Kenapa ya, kita salah apa ya, kok kita kalah, kok kita populasinya terbesar, tapi juga terbesar pengimpor produk-produk halal gitu," ucap Sandi.

"Saya melihat ada beberapa isunya. Pertama adalah edukasinya. Kalau di sana (Malaysia) ada diploma, kita harus buat juga yang sama, halal academy. Jadi apa yang menjadi potensi diedukasikan ke masyarakat," pungkasnya.

Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo

Friday, December 6, 2019

Kode 'Sebentar Lagi' dari Kapolri untuk Irjen Gatot | PT Rifan Financindo

Kode Sebentar Lagi dari Kapolri untuk Irjen Gatot
PT Rifan Financindo  - Kapolri Jenderal Idham Azis memberi kode pergeseran tidak lama lagi. Idham menyebut Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono sudah pantas ke Mabes Polri.

Idham mulanya memuji jajaran Polda Metro Jaya karena sukses mengeluarkan sistem tilang elektronik E-TLE dan hari ini mengeluarkan tiga aplikasi baru untuk masyarakat. Dia membandingkan kerja Kapolda Metro Irjen Gatot Eddy dengan dirinya ketika masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

"Saya bayangkan 1 tahun 8 bulan saya jadi Kapolda, saya tidak mampu melakukan ini. Pak Gatot ini belum setahun sudah bisa melaksanakan kegiatan ini, dia sudah pantas lah Pak Gatot ini ke Mabes Polri he-he-he," kata Idham di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Idham mengatakan Polda Metro Jaya saat ini sudah melakukan terobosan yang menurutkan sangat inovasi. Terkait dengan lalu lintas, Idham menyebut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf sudah bekerja dengan baik dalam mengembangkan E-TLE.

"Dirlantas nanti kita carikan job bintang buat dia. Yang jelas-jelas saja orang yang berbuat harus di reward itu jelas. Sudah bagus saya kasih janji, yang lain saya kasih janji cuma belum saya kasih he-he-he," ungkap Idham.

Idham menyebut kelemahan institusi Polri yakni program yang dikeluarkan sering berhenti saat pimpinanya berganti. Untuk E-TLE dan aplikasi masyarakat yang baru saja di launching Polda Metro Jaya itu, dia berharap program itu terus berlangsung meskipun Kapolda dan Dirlantasnya sudah berganti.

"Sebentar lagi Pak Kapoldanya bergeser, kalau Kapoldanya terus tidak eager sama ini dia hanya tinggal program, itu biasanya kelemahan Polri, hebatnya saat bikin ini. Sudah ratusan institusi Polri bikin tapi ketika pimpinannya ganti lewat juga program itu," kata Idham.

"Pak Dirlantas kita gantikan penggantinya yang eager melanjutkan E-TLE. Kalau tidak, kasihan hanya onggokan peralatan di Ditlantas sana saja. Kita akan carikan yang punya inovasi dan berpikir ke depan," sambungnya.

Di Mabes Polri, jabatan Kabareskrim masih kosong sejak Idham menjadi Kapolri. Sementara, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Indonesia Police Watch (IPW) menyebut Gatot kemungkinan akan mengisi jabatan Wakapolri.

"Jika ditanyakan, apa sinyal pujian Kapolri terhadap Gatot? Mengingat pergantian Kabareskrim dimolorkan hingga pertengahan Desember padahal calon kuat Kabareskrim ya sudah ada yakni Sigit, sepertinya Gatot akan ditempatkan sebagai Wakapolri untuk mendampingi Idham, mengingat Wakapolri Ari Dono pensiun tanggal 23 Desember," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, kepada wartawan, Kamis (5/12).

Neta kemudian bicara soal kedekatan Idham dengan Gatot, serta eks Kapolri Tito Karnavian. Menurutnya, ketiganya sudah seperti tiga serangkai saat berada di institusi kepolisian.

"Dalam berbagai kesempatan saat Tito masih menjadi Kapolri, dan Idham menjadi Kapolda Metro Jaya serta Gatot menjadi staf ahli Kapolri yang juga ketua satgas Nusantara, mereka bertiga sering terlihat bersama di kedai kopi di Polda Metro Jaya," tuturnya.

Sementara itu, Polri menegaskan rotasi jabatan perwira tinggi Polri merupakan kewenangan Kapolri Jenderal Idham Azis. "Semua kewenangan Bapak Kapolri," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/12).

Argo tak menjawab pasti terkait posisi baru yang akan diemban oleh Irjen Gatot jika akhirnya ditarik ke Mabes Polri. Menurut Argo, setiap proses pergantian jabatan perwira tinggi Polri akan melalui Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri.

"Semua mutasi petinggi Polri pastinya melalui Wanjakti, nanti ada beberapa anggota di sana yang menggodok tentang mutasi dan sampai sekarang masih di godok. Tentunya sabar lah pasti juga ada keputusan," katanya.

"Nanti itu kan kita menunggu keputusan dari Wanjakti Polri. Wanjakti sudah bekerja. Nanti tunggu saja apakah bersamaan atau nanti satu TR atau beda TR nanti Wanjakti yang memutuskan," sambungnya.

Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo

Thursday, December 5, 2019

Dolar AS Masih Lesu, Rupiah Perpanjang Penguatan | PT Rifan

PT Rifan -  Nilai tukar rupiah mampu memperpanjang penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini, Kamis (5/12/2019).
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 10 poin atau 0,07 persen di level Rp14.095 per dolar AS pada pukul 08.04 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Pada perdagangan Rabu (4/12) rupiah ditutup di level Rp14.105 per dolar AS dengan apresiasi sebesar 10 poin, penguatan hari perdagangan kedua berturut-turut.
Penguatan rupiah di antaranya didukung berita perkembangan pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China.
Pemerintah AS dan China kembali memberikan komentar positif bahwa kesepakatan dagang tahap pertama dapat direalisasikan segera dan kedua negara semakin dekat untuk menyetujui jumlah tarif yang akan dibatalkan dalam kesepakatan perdagangan fase-satu.
Padahal sebelumnya, dua negara tersebut bertindak seperti memberikan sinyal bahwa kesepakatan dagang baru akan terjadi pada tahun depan dan batas waktu kenaikan tarif impor akan tetap terjadi pada 15 Desember 2019.
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa penguatan rupiah juga dibantu oleh sentimen domestik.
“Pemerintah terus melakukan strategi bauran guna untuk menenangkan kondisi pasar dan meyakinkan bahwa perekonomian dalam negeri sangat stabil sehingga arus modal keluar kembali tertahan,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya.
Dia memprediksi pada perdagangan Kamis (5/12/2019) rupiah masih bergerak menguat tipis di kisaran Rp14.080 per dolar AS hingga Rp14.125 per dolar AS.
Turut menopang rupiah, indeks dolar AS yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau lanjut terkoreksi 0,064 poin atau 0,07 persen ke level 97,584 pada pukul 07.55 WIB, menuju penurunan hari kelima berturut-turut.
Adapun mata uang lainnya di Asia mayoritas terapresiasi, dipimpin oleh won Korea Selatan yang menguat 0,49 persen terhadap dolar AS pada pukul 08.10 WIB.

Sumber: market.bisnis
PT Rifan

Wednesday, December 4, 2019

Jualan Online Wajib Izin Usaha, Berlaku Awal 2020 | PT Rifan

PT Rifan Financindo  - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Melalui aturan tersebut, pelaku usaha atau pedagang online wajib memiliki izin usaha.

Selain PP yang sudah terbit tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga akan menerbitkan aturan turunan yaitu Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag).

Dua aturan tersebut akan disosialisasikan Kemendag pada pengusaha online pada 9 Desember mendatang.

"Kita sampaikan poin-poin PP-nya. Kan sudah terbit, tinggal Permendagnya, turunannya.
 Nanti ya, yang teken kan Pak Menteri," tutur Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Suhanto, usai menghadiri Penghargaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Targetnya, Permendag tersebut akan diteken dan mulai berlaku pada awal tahun 2020.

"Segera, awal tahun depan. Tapi sosialisasinya tanggal 9," ungkap Suhanto.

menurutnya, dengan dua regulasi tersebut maka pengusaha online dan offline punya hak dan kewajiban yang sama. Pada intinya, pemerintah memang ingin menciptakan iklim usaha yang adil antara pengusaha online dan offline.

"Pemerintah akan memberlakukan kesamaan antara online dan offline di mana yang menurut sekarang dikeluhkan oleh masyarakat seolah-olah yang online seenak-enaknya tanpa bayar pajak dan lain-lain," papar dia.

Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo

Tuesday, December 3, 2019

2 Korban Ledakan Granat Asap di Monas Belum Bisa Dimintai Keterangan | PT Rifan Financindo

PT Rifan -  Polda Metro Jaya masih menyelidiki ledakan granat asap di kawasan Monas yang melukai 2 anggota TNI. Dua korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan.

"Iya 2 korban itu bisa disebut saksi kunci," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Yusri mengatakan 2 korban itu masih dirawat di rumah sakit. Kedua korban sudah dijenguk Kapolda dan Pangdam.


"Tapi memang sementara masih dalam perawatan, belum bisa diambil keterangannya," sambungnya.


Bila kondisi korban pulih, polisi akan meminta keterangan dari kedua anggota TNI tersebut. Korban, menurut Yusri, menderita luka di tangan.

"Mudah-mudahan nanti sore atau besok setelah mulai agak tenang nanti akan diambil keterangan untuk mengetahui apa yang terjadi saat itu," kata Yusri.

Ledakan granat nanas terjadi di kawasan Monas, sekitar pukul 07.15 WIB. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan sumber ledakan berasal dari granat asap.


"Ini diduga granat asap yang meledak," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy di Monas, Jakarta Pusat.

Ada dua anggota TNI yang terluka akibat ledakan itu. Dua personel TNI yang diketahui bernama Serka Fajar dan Praka Gunawan ini saat ini sedang menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto.

Sumber: News.detik
PT Rifan

Monday, December 2, 2019

Reli Harga Sawit Membuat Konsumen Terbesar Cemas | PT Rifan Financindo


Reli Harga Sawit Membuat Konsumen Terbesar Cemas
PT Rifan Financindo  -  Reli meteorik harga minyak sawit dalam beberapa minggu terakhir hampir pasti akan memberatkan pelangganya. Penjualan pun diperkirakan akan menyusut ke pelanggan terbesarnya.
India, pembeli terbesar dunia, akan mengalihkan beberapa pembelian ke minyak nabati lainnya pada musim dingin ini setelah lonjakan sekitar 30% dari level terendah bulan lalu. Diskon kelapa sawit untuk minyak kedelai saingan utama telah mengecil ke dalam terkecil dalam hampir satu dekade, mengurangi daya tarik tradisional sebagai minyak nabati yang lebih murah.
"Harga yang lebih tinggi dihindari para pembeli. Pasar India dibanjiri dengan minyak sebelum reli ini mulai memanas. Itu sebabnya tidak perlu terburu-buru untuk membeli," kata Gnanasekar Thiagarajan, kepala strategi perdagangan dan lindung nilai di Kaleesuwari Intercontinental dilansir dari Bloomberg, Sabtu (30/11/2019).
Sementara India biasanya mengurangi impor minyak kelapa sawitnya selama tiga bulan mulai Desember, penurunan penjualan yang lebih besar dari biasanya ke negara Asia Selatan akan mengurangi reli kelapa sawit. India terutama mengimpor kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia, produsen terbesar di dunia.
Harga minyak sawit telah melonjak sejak Juli di tengah ekspektasi Indonesia akan meningkatkan konsumsi biodiesel, dengan patokan berjangka di Kuala Lumpur mengungguli minyak kedelai yang diperdagangkan di Chicago dan Bloomberg Commodity Index.
Harga sawit berjangka membatasi kenaikan mingguan terbaik mereka sejak 2016 dalam lima hari hingga 22 November.
Menurut Thiagarajan, impor India mungkin merosot sekitar 15% dalam tiga bulan dari 1 Desember dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sathia Varqa, pemilik Palm Oil Analytics, dan G. G. Patel, managing partner GGN Research, memperkirakan bahwa pembelian akan turun 7,5% menjadi 2,2 juta ton.
Negara Asia Selatan, yang mengimpor sekitar 70% dari minyak nabati, biasanya memotong kelapa sawit di musim dingin karena dingin memadatkan minyak dan membuatnya keruh. Pengguna cenderung beralih ke minyak lain yang terlihat transparan dan tidak mengkristal.
Pemilik Palm Oil Analytics Varqa mengatatkan, meskipun kelapa sawit masih lebih murah daripada minyak kedelai, penyebarannya telah menyempit menjadi sekitar US$10 per ton dari US$150 pada Oktober. Diskon yang menyusut ke soyoil kemungkinan akan mendorong pembeli untuk beralih.
Namun, mereka yang putus asa untuk kelapa sawit akan memiliki banyak pilihan selain membeli dengan harga lebih tinggi. Rajesh Modi, seorang pedagang di Sprint Exim Pte di Singapura mengatakan, beberapa perusahaan menunda pembelian di tengah percekcokan antara India dan Malaysia bulan lalu dan terjebak dalam posisi reli.
"Pembeli yang ingin stok kembali akan ingin melakukannya sebelum pungutan ekspor di Malaysia dan Indonesia dimulai tahun depan. Mereka menunggu harga turun dan kemudian akan membeli. Selama dua bulan mereka menahan diri secara agresif dan hanya membeli level minimum. Sekarang mereka tidak punya banyak stok dan tidak punya pilihan," katanya.



Sumber: Market.bisnis

PT Rifan Financindo

Jumlah Uang Beredar Naik Jadi Rp 8.721,9 T Berkat Penyaluran Kredit Moncer

Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar pada Januari 2024 mengalami pertumbuhan. Uang beredar mengalami pertumbuhan, salah satunya ditopan...